news

Bela PT Gag? Pernyataan Ketua PBNU Gus Fahrur Soal Tambang Nikel di Raja Ampat Panen Hujatan, Netizen: Kyai Kok Masih Memperkaya Diri

Senin, 9 Juni 2025 | 16:00 WIB
Gus Fahrus disorot usai tanggapi polemik penampangan di Raja Ampat oleh PT Gag Nikel (Instagram @gus_fahrur)

“Artinya secara ilmiah, wilayah seperti Piaynemo tidak memiliki potensi nikel dan tidak mungkin untuk ditambang,” tegasnya.

Pernyataan Gus Fahrur ini pun mencuri perhatian netizen yang belakangan mengecam kegiatan penambangan nikel yang dilakukan PT Gag di Papua.

Banyak netizen yang menilai, jarak 40 kilometer termasuk dekat hingga dikhawatirkan dapat merusak kawasan Raja Ampat.

Baca Juga: Tambang Nikel PT GAG di Raja Ampat Dihentikan Sementara, Publik dan Susi Pudjiastuti Minta Stop Total

“40 Km itu dekat. Kyai kok masih memperkaya diri sendiri dengan merusak lingkungan. Ora duwe isin blas wetengmu iku wis ape bledos kakean duwik ora berkah,” tulis salah seorang netizen di kolom komentar Instagram Gus Fahrur.

“Gus, jarak 40 KM untuk konteks perubahan kondisi alam secara geografis, bukanlah tergolong dekat? Abu Gunung Lewotobi Flores bahkan bisa sampai ke Bali,” komentar akun lainnya.

“40 Km itu hanya butuh waktu 30 menit. Nggak perlu ngakalin publik. Islam mengajarkan untuk melindungi alam, bukan diajari nambang,” sindir netizen lain.

Baca Juga: Skandal Tambang Nikel di Raja Ampat! Luas Konsesi PT Gag Nikel Dua Kali Pulau Gag, Ekosistem Laut Papua Terancam Punah

Selain menyinggung soal jarak yang disebutkan Gus Fahrur, netizen juga mengaitkan pernyataan pria yang juga menjabat sebagai wakil Sekretaris Jenderal MUI bidang Fatwa dengan jabatannya di PT Gag Nikel.

“Komisaris ya bela yang bayar,” tulis salah satu akun Instagram.

“Baru tahu kalau beliau ini ternyata masuk jajaran komisaris. Pantes aja posting seperti ini,” komentar netizen.

“Anda berstatement begitu karena anda adalah direktur PT Gag Nikel,” tulis akun lainnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Tags

Terkini