“Artinya secara ilmiah, wilayah seperti Piaynemo tidak memiliki potensi nikel dan tidak mungkin untuk ditambang,” tegasnya.
Pernyataan Gus Fahrur ini pun mencuri perhatian netizen yang belakangan mengecam kegiatan penambangan nikel yang dilakukan PT Gag di Papua.
Banyak netizen yang menilai, jarak 40 kilometer termasuk dekat hingga dikhawatirkan dapat merusak kawasan Raja Ampat.
“40 Km itu dekat. Kyai kok masih memperkaya diri sendiri dengan merusak lingkungan. Ora duwe isin blas wetengmu iku wis ape bledos kakean duwik ora berkah,” tulis salah seorang netizen di kolom komentar Instagram Gus Fahrur.
“Gus, jarak 40 KM untuk konteks perubahan kondisi alam secara geografis, bukanlah tergolong dekat? Abu Gunung Lewotobi Flores bahkan bisa sampai ke Bali,” komentar akun lainnya.
“40 Km itu hanya butuh waktu 30 menit. Nggak perlu ngakalin publik. Islam mengajarkan untuk melindungi alam, bukan diajari nambang,” sindir netizen lain.
Selain menyinggung soal jarak yang disebutkan Gus Fahrur, netizen juga mengaitkan pernyataan pria yang juga menjabat sebagai wakil Sekretaris Jenderal MUI bidang Fatwa dengan jabatannya di PT Gag Nikel.
“Komisaris ya bela yang bayar,” tulis salah satu akun Instagram.
“Baru tahu kalau beliau ini ternyata masuk jajaran komisaris. Pantes aja posting seperti ini,” komentar netizen.
“Anda berstatement begitu karena anda adalah direktur PT Gag Nikel,” tulis akun lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Polemik Tambang Nikel Raja Ampat, Susi Pudjiastuti Heran dengan Pernyataan Bahlil Lahadalia soal ini
Kementerian ESDM Laporkan Hasil Evaluasi di Lapangan Terkait Izin Tambang Nikel di Raja Ampat
Tolak Pertambangan Nikel di Raja Ampat, Ustadz Abdul Somad Sentil Lewat Puisi Karyanya
Polemik Tambang Nikel Raja Ampat, Susi Pudjiastuti Memohon Pada Prabowo Subianto untuk Lakukan ini
Aming Supriatna Geram dan Turut Kecam Tambang Nikel di Raja Ampat: BUMI CUMA 1, Belum Ada Rumah Baru!
Bukan Era Bahlil Lahadalia, Sosok ini Menjabat sebagai Menteri ESDM saat Dibukanya Gerbang Perizinan Pertambangan Nikel di Raja Ampat
17 Tahun Diabaikan, Suara Mamat Alkatiri soal Alam Papua Kini Terbukti di Tengah Ancaman Kerusakan Raja Ampat karena Tambang Nikel
Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat jadi Ancaman Serius, Kementerian Lingkungan Hidup Lakukan Pengawasan secara Ketat