Kamis, 4 Juni 2026

Bela PT Gag? Pernyataan Ketua PBNU Gus Fahrur Soal Tambang Nikel di Raja Ampat Panen Hujatan, Netizen: Kyai Kok Masih Memperkaya Diri

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Senin, 9 Juni 2025 | 16:00 WIB
Gus Fahrus disorot usai tanggapi polemik penampangan di Raja Ampat oleh PT Gag Nikel (Instagram @gus_fahrur)
Gus Fahrus disorot usai tanggapi polemik penampangan di Raja Ampat oleh PT Gag Nikel (Instagram @gus_fahrur)

 

SketsaNusantara.id - Ahmad Fahrur Rozi, salah satu komisaris PT Gag Nikel yang juga merupakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) buka suara terkait polemik penambangan nikel di Raja Ampat.

Lewat aku Instagramnya @gus_fahrur, ulama asal Malang ini memberikan tanggapan terkait kampanye #SaveRajaAmpat yang muncul belakangan ini.

Pria yang akrab disapa Gus Fahrur ini menyoroti beberapa narasi yang menyebutkan lokasi penambangan berada di kawasan wisata, tepatnya di Pulau Piaynemo.

Baca Juga: Nelayan di Pulau Gag Dukung Pertambangan Nikel Tetap Dilanjutkan, Sampaikan Tidak Ada Kerusakan Lingkungan dan Hasil Tangkapan Aman

“Belakangan ini viral kampanye #SaveRajaAmpat dari Greenpeace yang menampilkan keindahan Piaynemo berdampingan dengan foto dan video tambang nikel di Pulau Gag,” tulisnya seperti dikutip SketsaNusantara.id.

Gus Fahrur membantah narasi yang menyebutkan lokasi tambang berada di kawasan wisata Raja Ampat.

“Faktanya, aktivitas tambang sebenarnya berada di Pulau Gag, sekitar 40 kilometer dari Piaynemo,” terangnya.

Baca Juga: Kunjungi Pulau Gag, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Minta Masyarakat Menilai Secara Objektif dan Akan Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Ia juga menambahkan, bahwa Pulau Gag bukan termasuk destinasi wisata, melainkan wilayah dengan izin pertambangan resmi.

“Izin eksporasi di pulau ini telah berlaku sejak 1998 dan ditetapkan sebagai IUP (Izin Usaha Tambang) sejak 2017,” imbuhnya.

Dalam bantahannya, Gus Fahrus juga menyebutkan bahwa jenis batuan yang ada di wilayah Piaynemo tidak mengandung nikel karena tersusun dari batu gamping.

Sementara nikel umumnya ditemukan di bebatuan ultrabasa seperti laterit atau peridotit.

Baca Juga: Profil PT Gag Nikel, Anak Perusahaan PT Antam BUMN yang Kantongi Izin Penambangan Nikel di Raja Ampat

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Instagram @gus_fahrur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X