SketsaNusantara.id - Pihak Program Studi (Prodi) Ilmu Filsafat Universitas Indonesia (UI) buka suara atas kasus penangkapan salah satu mahasiswanya dalam aksi peringatan May Day, Cho Yong Gi.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya @komafil.ui, pihak Filsafat UI prihatin atas kasus yang menimpa mahasiswa Filsafat tersebut.
“Program Studi Ilmu Filsafat menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penangkapan dan penetapan tersangka terhadap sejumlah peserta aksi pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2025 di Jakarta,” katanya.
Dalam aksi May Day kemarin, sebanyak 14 orang diamankan aparat, termasuk Cho Yong Gi.
“Kami menerima informasi dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) bahwa terdapat 14 orang yang ditangkap,"
"termasuk Cho Yong Gi dari Program Studi Ilmu Filsafat, FIB, Universitas Indonesia,” tulisnya.
Pihaknya sangat menyesalkan penangkapan dan penetapan tersangka pada Cho Yong Gi.
Terlebih dalam aksi tersebut, Cho Yong Gi bertugas sebagai tim medis.
“Yang kami sesalkan, Yong Gi pada saat kejadian sedang bertugas sebagai tim medis, lengkap dengan atribut dan perlengkapan medis,"
"Namun tetap mengalami tindakan penangkapan yang disertai kekerasan fisik,” imbuhnya.
Meski demikian, pihaknya tetap menghormati hukum yang berlaku.