news

Heboh Kemunculan Angin Puting Beliung di Laut Situbondo Bikin Warganet Khawatir Merembet ke Daratan, Begini Penjelasan BMKG

Jumat, 30 Mei 2025 | 17:30 WIB
Ilustrasi angin puting beliung yang terjadi di permukaan laut dan bikin geger warga Situbondo (Freepik/EyeEm)

Waterspout terbentuk dari sistem awan Cumulonimbus (CB) yang biasanya berkembang pada siang hingga sore hari. Namun, tidak semua awan CB dapat menghasilkan waterspout karena pembentukannya tergantung pada kondisi labilitas atmosfer.

Baca Juga: Matahari Berada Tepat di Atas Ka'bah pada 26-30 Mei 2025, BMKG Himbau Masyarakat Muslim Cek Kembali Arah Kiblat, Begini Caranya

Perbedaan tekanan antara atmosfer dan permukaan air dapat menyebabkan udara mulai berputar, membentuk pusaran angin yang terlihat seperti belalai yang menjuntai menghubungkan langit ke permukaan laut.

Puting beliung yang terjadi di atas permukaan air atau yang biasa disebut waterspout dalam bahasa inggris merupakan angin tornado kecil yang tidak terlalu kuat.

BMKG menghimbau masyarakat untuk tidak panik jika menemui fenomena puting beliung di laut atau danau karena minim bahaya.

Baca Juga: Bukan Megathrust, BMKG Beberkan Hasil Analisis Terkait Gempa 6,3 SR yang Mengguncang Bengkulu, Ternyata Ini Alasannya Tak Ada Gempa Susulan

Hal ini dikarenakan tempat awan turun di atas perairan yang tidak bergerak cepat, sehingga pusaran angin terbentuk dalam keadaan statis atau stabil.

Berbeda halnya dengan angin puting yang berputar sangat kencang di daratan karena menimbulkan pergerakan cepat sehingga dapat bersifat merusak.

Fenomena angin puting beliung yang terjadi di atas perairan seperti ini sering ditemukan di perairan tropis dan subtropis, seperti Florida, lepas pantai timur Australia dan bahkan Indonesia.

Baca Juga: Ada Batu Ular di Jember? Mengupas Legenda Hewan Buas Raksasa yang Suka Memangsa Kekayaan Laut, Kini Menjadi Sebuah Objek Wisata Paling Nyentrik

Waterspout juga bisa terjadi pada saat cuaca tak stabil apalagi ketika memasuki musim transisi, saat peralihan dari musim hujan ke kemarau atau sebaliknya.

BMKG mencatat beberapa ciri khas dari fenomena waterspout yang umumnya bersifat lokal dan terjadi dalam area terbatas.

Selain itu, waterspout juga terjadi durasi singkat, biasanya hanya sekitar 10 menit. Fenomena ini lebih sering muncul pada siang atau sore hari dan terkadang menjelang pergantian malam.

Baca Juga: Viral, Warga Kolaka Heboh Melihat Sosok Bayangan Misterius Melayang Disinari Matahari, Fenomena Aneh Terekam Kamera Ternyata Cuma Fatamorgana?

Fenomena ini hanya muncul dari sistem awan kumulonimbus dan kemungkinan kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama dalam waktu dekat.

Halaman:

Tags

Terkini