SketsaNusantara.id - Isu Raffi Ahmad mendapatkan proyek dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 300 titik menjadi polemik dan mendapatkam banyak komentar dari warganet.
Salah satu komentar datang dari pengamat politik Ray Rangkuti terkait kontroversi isu 300 titik proyek dapur MBG Raffi Ahmad.
Sebagai pengamat politik, Ray Rangkuti selama ini memang kerap memberikan pandangan kritis terhadap isu-isu publik, termasuk yang melibatkan tokoh-tokoh populer atau program-program yang memiliki dampak sosial-politik bagi masyarakat.
Sebelumnya Ray Rangkuti mempertanyakan tujuan dan implementasi program, terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) ini apakah program ini benar-benar memiliki dampak positif atau hanya sekadar pencitraan dari Prabowo.
Untuk itu ia mempertanyakan apakah Program MBG ini mengandung aspek regulasi dan etika yang dilanggar pada pelaksanaanya yang sudah dinilainya carut marut dari awal.
Sedangkan isu keterlibatan Raffi Ahmad hingga 300 titik MBG ini juga patut dipertanyakan sebab Program MBG ini sebetulnya tak memerlukan publik figur untuk menarik minat masyarakat.
Ray Rangkuti berpendapat bahwa program MBG ini sebetulnya merupakan program yang positif dan yang sudah pasti disetujui masyarakat.
"Kalau menurut saya ini tak memerlukan publik figur karena sudah pasti semua mau ikut, makan siang gratis siapa yang enggak mau,"ujar Ray Rangkuti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Cumicumi.
"Makanya kehadiran seperti Raffi Ahmad itu enggak penting-penting amat," imbuhnya bahwa program Prabowo ini sebetulnya tak membutuhkan publik figur untuk menarik minat masyarakat.
"Mungkin Raffi Ahmad lebih tepat didorong pada sektor-sektor yang tak membutuhkan perhatian publik," imbuhnya lagi.
Sehingga menurutnya pelibatan artis atau semacamnya pada program Makan Bergizi Gratis ini merupakan pekerjaan yang mubazir dan hanya murni bisnis secara profesional.