news

Harvard Dilarang Terima Mahasiswa Asing: Kebijakan Trump Bikin Ribuan Pelajar Internasional Terancam Kehilangan Visa

Sabtu, 24 Mei 2025 | 08:04 WIB
Ilustrasi, Pemerintahan Donald Trump melarang Harvard menerima mahasiswa asing. (Pexels/Matthis Volquardsen)

SketsaNusantara.id - Keputusan kontroversial kembali datang dari Washington.

Pemerintahan Presiden Donald Trump melalui Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (Department of Homeland Security/DHS) secara resmi mencabut izin Universitas Harvard untuk menerima mahasiswa internasional.

Kebijakan ini diumumkan pada Kamis, 22 Mei 2025 (waktu setempat), dan langsung memicu gejolak di kalangan pelajar asing serta komunitas akademik global.

Baca Juga: Siapa Ketua BPIP 2024? Berikut Profil Yudian Wahyudi, Santri dan Lulusan Harvard yang Pernah Jadi Kurir Kerupuk

Menurut pernyataan resmi DHS yang dirilis pada Jumat, 23 Mei 2025, Harvard tidak lagi memiliki wewenang untuk menerima mahasiswa asing.

Bahkan, mahasiswa internasional yang saat ini masih terdaftar di kampus tersebut diwajibkan untuk pindah ke universitas lain atau kehilangan status hukum mereka di Amerika Serikat.

“Harvard tidak dapat lagi menerima mahasiswa asing dan mahasiswa asing yang ada harus pindah atau kehilangan status hukum mereka,” kata DHS.

Baca Juga: Sri Mulyani Bongkar Alasan Trump Terapkan Tarif Balasan: AS Merasa Dizalimi oleh Sistem Global yang Diciptakannya Sendiri

Langkah tegas ini, menurut pemerintah, diambil karena Harvard dianggap tidak mematuhi permintaan untuk menyerahkan data perilaku mahasiswa internasional, yang sebelumnya diminta oleh pemerintah pada bulan lalu.

Selain itu, universitas bergengsi ini juga dinilai tidak menunjukkan komitmen kuat dalam menangani isu antisemitisme di lingkungan kampus, yang belakangan menjadi perhatian publik dan politik.

Gedung Putih menyebut keputusan ini sebagai hukuman atas kegagalan Harvard menjaga netralitas kampus. Bahkan, juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson menuding Harvard sebagai institusi yang telah berubah arah.

Baca Juga: Indorama Asal Purwakarta Investasi Rp33,7 Triliun di AS, Airlangga Ungkap Strategi RI Tawar Balik Tarif Impor Tinggi Trump

“Mendaftarkan mahasiswa asing adalah hak istimewa, bukan hak,” ujar Jackson. Ia menambahkan bahwa Harvard telah menjadi “sarang agitasi anti-Amerika, anti-Semit, dan pro-teroris”.

Pelajar Internasional Terombang-ambing

Halaman:

Tags

Terkini