Kebijakan mendadak ini jelas membawa dampak besar. Ribuan mahasiswa asing, baik yang masih aktif maupun calon pendaftar baru, kini berada dalam ketidakpastian.
Salah satunya adalah Karl Molden, mahasiswa asal Austria, yang mengaku bingung dengan situasi yang berkembang cepat.
“Kami saling bertanya-tanya, apakah kami harus pindah, kehilangan visa, atau mencari bantuan keuangan dari kampus lain,” tutur Karl.
Tak hanya menyangkut masa depan pendidikan mereka, kebijakan ini juga bisa berpengaruh pada reputasi dan posisi Amerika Serikat sebagai tujuan utama pendidikan tinggi global.
Banyak yang menilai langkah ini bukan hanya bentuk pembalasan politik, tetapi juga akan memperdalam polarisasi di sektor pendidikan tinggi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Beredar Video Kebakaran Bak 'Neraka' di Amerika Serikat, Netizen Kaitkan dengan Penderitaan Warga Gaza hingga 'Karma' Donald Trump
Viral Gibran Rakabuming Raka Disebut Ikut Andil Selamatkan Warga Amerika Saat Kebakaran hingga Donald Trump Beri Pujian
Trump Bekukan Bantuan HIV: WHO dan Indonesia Siap Hadapi Krisis Kesehatan?
Efisiensi Anggaran Prabowo Subianto vs Donald Trump, Aktivis Dandhy Laksono: di Indonesia Semua Dipangkas Kecuali...
Donald Trump Naikkan Tarif 32 Persen untuk Indonesia, Jusuf Kalla Sebut Indonesia Tak Perlu Khawatir