SketsaNusantara.id - Provinsi Bengkulu diguncang gempa bumi dengan magnitudo 6,3 pada hari Jumat, 23 Mei 2025.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengonfirmasi kejadian ini melalui pengumuman resmi yang diunggah di akun Instagram @infobmkg.
Disebutkan bahwa gempa terjadi srkitar pukul 02:52 dini hari dengan episentrum atau pusat gempa terletak di laut, sekitar 43 km barat daya Kota Bengkulu, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Goncangan gempa cukup kuat menimbulkan kepanikan warga. Netizen ramai mengunggah video ratusan rumah warga di Bengkulu yang mengalami kerusakan pasca gempa.
Tak sedikit pula warganet yang penasaran dengan penyebab hingga muncul kekhawatiran akan terjadi gempa susulan serta potensi terjadinya tsunami.
Menanggapi hal ini, Ketua BMKG, Dwikorita Karnawati menyebut bahwa hasil monitoring hingga saat ini tidak terdeteksi terjadinya gempa susulan.
Ia juga menyatakan bahwa potensi terjadinya gempa susulan relatif kecil. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
"Sejak dini hari tadi hingga pukul 9 pagi ini, kami tidak mendeteksi adanya gempa susulan, sudah 6 jam. Jadi kemungkinannya relatif kecil," kata Dwikorita dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @infobmkg yang diunggah pada hari Jumat, 23 Mei 2025.
BMKG menjelaskan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng atau intraslab.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG mengatakan bahwa sumber gempa berada di dalam lempeng tektonik, tepatnya di bawah bidang kontak antar lempeng yang dikenal sebagai megathrust.
"Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault), yang terjadi di dalam lempeng batuan kerak Samudra Hindia," ungkap Daryono, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan tertulis yang diunggah di akun X @DaryonoBMKG.