news

Jejak Sukses Usaha Kelor Siti Fatimah di Sleman, Berkat KUR BRI dan Inovasi Produk Lokal yang Mendunia

Kamis, 22 Mei 2025 | 10:34 WIB
BRI juga memberikan ruang bagi produk-produknya untuk lebih dikenal masyarakat luas. Salah satunya melalui kolaborasi dalam event bazaar kunjungan pemerintah. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Siti Fatimah, pengusaha sekaligus ibu rumah tangga asal Desa Hargobinangun, Sleman, memulai petualangan bisnisnya lewat lomba masak olahan lokal Dinas Pertanian Sleman pada 2018.

Dari lomba itulah muncul ide untuk mengeksplorasi potensi daun kelor yang selama ini kurang dimanfaatkan sebagai bahan baku usaha kulinernya, Pawon Teges.

Awalnya, Siti menghabiskan delapan bulan melakukan riset takaran dan resep hingga akhirnya berhasil menciptakan produk perdana berupa minuman cincau kelor yang langsung disambut pasar lokal.

Baca Juga: 45 Jurnalis Raih Beasiswa S2 BRI Fellowship Journalism 2025, Ini Proses Ketat dan Mentor yang Terlibat

Namun seiring tumbuhnya usaha, pandemi Covid-19 menghantam pasar dan memaksa pelaku UMKM beradaptasi cepat.

“Inovasi bukan soal ide cepat, tapi keberanian mencoba,” terang Siti mengenang prosesnya menemukan resep. Ketika sewa tenant di food court terhenti dan 1.000 batang kelor siap panen tanpa penampung, Siti pun mengalihkan strategi.

“Saya pun mencari siasat, di mana daun kelor yang makin banyak itu saya keringkan, lalu saya bikin tepung dan teh kelor yang punya daya tahan lama, diikuti dengan produk bakso kelor dan tahu bakso kelor untuk konsumsi harian yang dititipkan ke lapak-lapak di pasar,” ujarnya.

Baca Juga: Dari Dana Kas Masjid ke Bank Skala Nasional, Jejak Sejarah BRI Dimulai dari Purwokerto

Dari sinilah diversifikasi produk kelor Pawon Teges mulai merebak. Tepung dan teh kelor menjadi andalan konsumen penderita darah tinggi dan kolesterol karena manfaat kesehatannya, sementara bakso dan tahu kelor menjadi pilihan isi ulang di warung tradisional.

Seiring waktu, Pawon Teges berhasil menembus pasar di Jakarta, Tangerang, Malang, Bondowoso, Sulawesi, hingga Papua.

Di balik kesuksesan Pawon Teges, Siti tak menampik dukungan modal dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Akses pembiayaan yang mudah dan fleksibel menjadi penyelamat arus kas selama masa sulit.

Baca Juga: Hari Kebangkitan Nasional 2025: 7 Cara BRI Bantu Ekonomi RI Lebih Tangguh Lewat UMKM, Digital, dan Desa

“Awalnya pinjaman KUR dari Rp10 juta, kemudian naik Rp25 juta sampai Rp50 juta. Pokoknya, total yang saya dapat itu Rp250 juta. Dana itu sangat membantu untuk pengembangan produk dan operasional saya,” jelas Siti tanpa menutupi pentingnya pembiayaan tersebut.

Selain modal, kolaborasi dengan BRI membuka peluang promosi lebih luas. Produk teh kelor Pawon Teges terpilih sebagai souvenir event bazaar kunjungan pemerintah, memancing minat pembeli baru dan memperkuat branding usaha. Siti optimistis, ke depan akan ada lebih banyak peluang kerjasama dalam pelatihan dan event bazaar yang digelar BRI.

Halaman:

Tags

Terkini