Di pihak korporasi, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan komitmen bank terhadap pengembangan usaha mikro.
“BRI terus berkomitmen mendukung pengusaha UMKM melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dijangkau. Melalui program KUR, BRI berharap dapat membantu para pengusaha memperluas skala bisnisnya dan meningkatkan kualitas produk agar lebih berdaya saing di pasar yang semakin kompetitif,” ujar Hendy.
Kisah Pawon Teges menggambarkan kekuatan inovasi berbasis kearifan lokal dan pentingnya akses modal untuk pelaku UMKM. Dengan terus berinovasi, memanfaatkan komoditas lokal, serta menjalin kolaborasi strategis—termasuk lewat program KUR BRI—pengusaha seperti Siti Fatimah membuktikan bahwa skala rumahan pun mampu bersaing hingga ke pasar nasional.
Dari Desa Hargobinangun, Pawon Teges membuktikan bahwa komoditas sederhana seperti daun kelor bisa menjadi pilar ekonomi keluarga dan inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya. Kini, saat kelor kering berubah menjadi tepung dan teh yang bermanfaat, kisah Siti mengilhami bahwa setiap peluang, sekecil apa pun, layak digali untuk meraih mimpi besar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Lewat Sinergi Tiga Lembaga dan Digitalisasi, Holding Ultra Mikro BRI Bangun Ekonomi Kerakyatan dari Pelosok Negeri
Strategi BRI Jaga Kredit UMKM Tetap Sehat di Tengah Gejolak Ekonomi Global dan Risiko Geopolitik
BRI dan Warga Kapoposang Bersinergi Pulihkan Laut Lewat Transplantasi Karang dan Pelatihan Wisata Bahari
Apresiasi Nasabah Loyal, BRI Bagikan 5 Mobil Mewah dan Ribuan Hadiah Lewat Program BRImo FSTVL 2024
Lewat Purwokerto Half Marathon 2025, BRI Tegaskan Komitmen Digitalisasi UMKM dan Dorong Geliat Sport Tourism Daerah