Komentar-komentar bernada sinis pun bermunculan. Netizen menilai video tersebut mempermalukan kinerja pemerintah karena memperlihatkan infrastruktur desa yang memprihatinkan.
“Pasti mereka diancam dan diintimidasi,” tulis akun X @amandasah_
“Type playing victim banget nih, bukannya berbenah malah nyalahin pihak lain, aduh kok ya malu gitu loh,” tulis akun X @Mymadeleinee
“Harusnya pemerintah yang minta maaf. Kok kebalik?” tulis akun X @Mamamochi1
“Pejabat Jambi, dikasih tau rakhyatnya malah ngancem balik,” tulis akun X @depotcepot
Masalah ini menjadi pengalaman dalam dinamika media sosial dan pemerintahan. Keberanian guru yang berjuang demi pendidikan layak seharusnya menjadi inspirasi. Namun di sisi lain, respons yang mereka terima justru menunjukkan ketegangan antara publik dan pemangku kebijakan.
Jembatan gantung yang menjadi akses utama warga serta guru ternyata sudah lama mengalami kerusakan dan saat pengambilan video oleh para guru, jembatan sedang diperbaiki.
Dikutip dalam instagram @rinidiansukma, para guru tersebut berharap agar jembatan dibangun permanen karena sudah sering rusak. Sebab akses pendidikan seharusnya dijamin melalui fasilitas infrastruktur yang aman.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini