Kamis, 4 Juni 2026

Permintaan Maaf Guru SDN 117 Usai Aksi Viral di Jembatan Gantung Jambi, Diancam dan Diintimidasi?

Photo Author
Ni’matul Fauziah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 21 Mei 2025 | 22:05 WIB
Para Guru sedang meminta maaf karena video menyeberangi jembatan (X/Heraloebss)
Para Guru sedang meminta maaf karena video menyeberangi jembatan (X/Heraloebss)

SketsaNusantara.id - Pada 7 Mei 2025, media sosial dihebohkan oleh video yang menampilkan empat orang guru perempuan dari SDN 117 di Desa Limbur Merangin, Kabupaten Merangin, Jambi, sedang menyeberangi jembatan gantung yang nyaris runtuh.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @rinidiansukma dan memperlihatkan betapa gentingnya kondisi jembatan yang lantainya telah jebol sekitar tiga meter, hanya menyisakan seutas tali sling sebagai pegangan di kiri dan kanan.

Momen ini begitu dramatis karena menggambarkan risiko luar biasa yang harus dihadapi para pendidik hanya demi sampai ke sekolah.

Baca Juga: 226 Desa di Jember Dapat Dana Desa dengan Total Anggaran Capai 321 Miliar, Desa Satu Ini Dapat Jatah Paling Banyak di Tahun 2025

Dalam video tersebut, keempat guru tampak melangkah hati-hati, meniti tali penyangga sambil menjaga keseimbangan. Namun, video ini justru memicu kontroversi.

Viral kembali di platform X, dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @Heraloebss pada 21 Mei 2025, para guru yang terekam dalam video akhirnya muncul dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka akibat sorotan tajam dari warganet dalam video sebelumnya.

Mereka menegaskan bahwa dokumentasi itu dibuat tanpa maksud menyudutkan pihak mana pun.

Baca Juga: 6 Fasilitas yang Disiapkan Masjid Nabawi Untuk Melayani Jamaah Disabilitas di Musim Haji 2025, Nomor 4 Tersedia 2500 Buah

Salah satu guru bahkan menyampaikan permohonan maafnya kepada pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi, seraya menjelaskan bahwa momen tersebut hanya dimaksudkan sebagai kenangan pribadi atas pengalaman mengajar di pedalaman.

“Baiklah kami selaku SDN 117 Merangin, sekali lagi kami meminta maaf kepada pihak desa maupun kabupaten Merangin, bapak bupati dan bapak gubernur. Ini sama sekali tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan,” kata salah satu guru dalam video permintaan maaf.

Ia juga menambahkan bahwa saat kejadian, jembatan tersebut memang sedang dalam proses perbaikan.

Baca Juga: Polemik Pemandian Patemon Kecamatan Tanggul, BPKAD Jember Sebut Tak Memiliki Data Kepemilikan Aset yang Valid

“Dan kami melewati itu, memang benar-benar sedang proses perbaikan.”

Namun, reaksi publik justru semakin memanas. Banyak netizen yang menduga bahwa para guru tersebut terpaksa meminta maaf akibat tekanan atau intimidasi dari pihak tertentu. Sorotan publik menilai keberanian guru menjadi tudingan terhadap pemerintah desa, pemerintah daerah, hingga pemerintah provinsi.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: X @Heraloebss

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X