SketsaNusantara.id - PT Sri Rejeki Isman Tbk atau yang lebih dikenal dengan Sritex pada Oktober 2024 dinyatakan pailit oleh pengadilan.
Setelah 58 tahun beroperasi, akhirnya PT Sritex resmi berhenti pada 1 Maret 2025.
PT Sritex diduga terlilit hutang dengan nilai total fantastis yaitu mencapai 29,8 triliun rupiah. Tercatat masing-masing hutang kepada negara dan perbankan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman instagram @ik.lukminto, Iwan Lukminto diketahui menjabat sebagai Direktur Utama PT Sritex per Maret 2023. Kepemimpinannya yang singkat selama dua tahun, berakhir dengan status pailit perusahaan.
Pada Selasa 21 Mei 2025, Iwan Lukminto, ditangkap Kejagung di Solo atas dugaan kasus korupsi.
Pria kelahiran Surakarta 42 tahun silam ini telah malang melintang dalam industri bisnis tekstil selama lebih dari 20 tahun.
Eksistensi Iwan Lukminto di PT Sritex sebagai Direktur Utama sejak tahun 2014 menjadi bukti konkrit kepiawaiannya dalam industri tersebut.
Ia juga memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni yaitu Sarjana Administrasi Bisnis di Johnson & Wales University.
Tidak cukup sampai disitu, ia memperdalam bidang keilmuan yang sama di dua universitas lain yaitu Northeastern University dan Boston University.
Selain meniti karir dalam perusahaan keluarga, Iwan Kurniawan turut berkontribusi dalam kegiatan organisasi lain.
Saat ini, ia diketahui menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Kota Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Solo.