SketsaNusantara.id - Isu potongan insentif bagi pengemudi ojek online yang terlalu tinggi kembali mencuat setelah gelombang aksi yang digelar pada 20 Mei 2025.
Aksi tersebut dilakukan oleh para driver baik pengemudi ojek online maupun taksi online yang berpusat di Patung Kuda, Monas.
Pengemudi ojek maupun taksi online dari berbagai di wilayah di Jabodetabek mengikuti aksi ini untuk menyuarakan keresahan mereka.
Baca Juga: Minta Kenaikan Tarif, Driver Ojol Demo Pemkab Jember
Utamanya terkait kebijakan aplikator yang dinilai merugikan kesejahteraan bagi pengemudi ojek online.
Sebagai respons atas demo yang terjadi, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengeluarkan pernyataannya.
Ketua DPR mengungkapkan komitmen dalam mengupayakan solusi terbaik untuk seluruh pihak.
Baca Juga: Perlu Bersabar, Pemkab Jember Segera Penuhi Tuntutan Para Driver Ojol Jember
Puan mengatakan bahwa anggota DPR dari komisi V, XI, dan I, akan menindaklanjuti aspirasi dari para pengemudi online.
DPR juga akan memberikan solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak secara berimbang bagi pengemudi maupun aplikator.
Ketua DPRI RI dalam pernyataan yang dirilis melalui kanal YouTube DPR RI pada 20 Mei 2025, menyampaikan bahwa lembaga negara tersebut akan menanggapi aspirasi dari aksi unjuk rasa.
Baca Juga: Ribuan Driver Ojol Jember Gelar Unjuk Rasa, Sampaikan Delapan Tuntutan Klasik
“Jadi apa yang terbaik buat kedua belah pihak, kita akan kita tindaklanjuti sehingga ada win win solution,” ujar Puan Maharani dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube DPR RI.