SketsaNusantara.id - Publik kembali dibuat kesal dengan keberadaan sound horeg yang dinilai mengganggu hingga merusak.
Sebuah acara battle sound horeg yang digelar di tengah laut di wilayah Pasuruan mendapatkan kecaman dari publik khususnya pengguna media sosial X.
Volume suara sound horeg yang sangat tinggi dinilai dapat membuat hewan laut seperti lumba-lumba dan paus stres, tersesat dan mati.
Belum lagi getaran yang dihasilkan yang kerap memecahkan jendela hingga merubuhkan bangunan, rupanya bisa merusak terumbu karang.
Meski sound horeg tengah digandrungi oleh sejumlah masyarakat di beberapa daerah di Jawa Timur, namun rupanya bisa berbahaya bukan hanya bagi lingkungan namun juga bagi manusia.
Tingkat kebisingan sound horeg yang sangat tinggi dapat merusak pendengaran bahkan secara permanen.
Berbagai sumber menyebutkan tingkat kebisingan yang dimiliki sound horeg mencapat angka 135 desibel (dB).
Angka tersebut mendekati kekuatan suara yang dihasilkan mesin pesawat jet saat lepas landar yakni 130-140 dB sebagaimana dikutip dari akun X @sultanoafkhar.
Sementara batas aman tingkat kebisingan yang masih bisa diterima oleh telinga manusia yakni di angka 80 dB.
Bandingkan lagi dengan suara helikopter yang berada di angka 100 dB dan sirine mobil polisi 110 dB.