Kamis, 4 Juni 2026

Uji Klinis Vaksin TBC Bill Gates Tuai Pro-Kontra, Menkes Ingin Tahu Kecocokan dengan Genetik Orang Indonesia

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 18 Mei 2025 | 11:30 WIB
Ilustrasi, uji coba vaksi Bill Gates di Indonesia. (Pexels/FRANK MERIÑO)
Ilustrasi, uji coba vaksi Bill Gates di Indonesia. (Pexels/FRANK MERIÑO)

SketsaNusantara.id - Uji klinis vaksin Tuberkulosis (TBC) yang dikembangkan oleh yayasan milik Bill Gates tengah dilakukan di Indonesia. Publik pun terbelah menyikapinya.

Sebagian menilai Indonesia hanya dijadikan "tempat coba-coba" vaksin global. Namun, Kementerian Kesehatan membantah keras anggapan tersebut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa seluruh proses uji klinis telah mengikuti standar internasional. Bahkan, ahli dari kampus-kampus ternama ikut dilibatkan.

Baca Juga: Jejak Pengaruh Bill Gates di Dunia Teknologi dan Kemanusiaan

Menurutnya, uji coba ini penting untuk memastikan kecocokan vaksin dengan karakter genetik masyarakat Indonesia.

Sebagian pihak mempertanyakan mengapa Indonesia dijadikan lokasi pengujian, sementara yang lain mendukung langkah ini sebagai bentuk kontribusi pada riset kesehatan global.

Menanggapi polemik tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa semua proses uji klinis vaksin TBC telah sesuai dengan pedoman protokol internasional. Ia menjelaskan bahwa Indonesia dipilih bukan tanpa alasan, melainkan karena pentingnya memahami respons tubuh masyarakat lokal terhadap vaksin tersebut.

Baca Juga: Hasan Nasbi Tanggapi Kritik Masyarakat Soal Kebijakan Prabowo yang Jadikan Rakyat Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC Bill Gates

"Nah tahap 3 itu biasa dipake di beberapa negara seluruh dunia untuk mengetahui ini cocok nggak dengan race-nya kita, dengan genetiknya kita,” kata Budi dalam diskusi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 17 Mei 2025.

Ia melanjutkan bahwa setiap negara memiliki karakteristik tubuh yang berbeda. Oleh sebab itu, pengujian di Indonesia diperlukan untuk memastikan efektivitas vaksin terhadap masyarakat setempat.

“Karena bisa beda-beda tuh masing-masing negara beda respons tubuhnya orang yang dikasih. Nah, Indonesia masuk kenapa? Supaya kita bisa tau cocok enggak dengan orang Indonesia," tuturnya.

Baca Juga: Prabowo Terima Bill Gates Uji Coba Vaksin TBC di Indonesia, Netizen: Presiden Jadikan Rakyat Indonesia Kelinci Percobaan

Budi juga menekankan bahwa vaksin yang sedang diuji bukan baru mulai diujicobakan di Indonesia. Vaksin tersebut telah melalui uji klinis fase 1 dan 2 di negara lain sebelumnya. Indonesia kini menjadi bagian dari uji klinis tahap 3 yang sifatnya lebih luas dan melibatkan banyak populasi.

Lebih lanjut, Menkes menyebut bahwa pelaksanaan uji klinis ini mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia menjelaskan bahwa protokol uji klinis tingkat 3 sudah baku dan harus dipenuhi oleh semua perusahaan farmasi yang terlibat.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X