news

Jangan Salah Paham, Gratis Ongkir Masih Aman! Komdigi Jelaskan Aturan Baru Diskon Ongkos Kirim

Minggu, 18 Mei 2025 | 12:15 WIB
Ilustrasi, fakta baru aturan gratis ongkir dari Komdigi. (Pexels/Nataliya Vaitkevich )

SketsaNusantara.id - Publik sempat dibuat resah oleh kabar tentang pembatasan diskon ongkir yang tertuang dalam aturan baru pemerintah.

Banyak yang mengira promo gratis ongkir dari e-commerce akan ikut terkena imbasnya.

Namun, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar. Aturan baru tidak menyentuh strategi pemasaran dari marketplace.

Baca Juga: Tukang Belanja Online Dengerin! Komdigi Batasi Kebijakan Gratis Ongkir, Begini Ketentuannya...

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, memberikan klarifikasi soal kebijakan baru yang tertuang dalam Permen Komdigi No. 8 Tahun 2025. Ia memastikan bahwa program gratis ongkir dari e-commerce tetap aman.

“Yang kami atur adalah diskon biaya kirim yang diberikan langsung oleh kurir di aplikasi atau loket mereka, dan itu dibatasi maksimal tiga hari dalam sebulan,” kata Edwin sebagaimana dikutip dari situs Komdigi, Sabtu, 17 Mei 2025.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa kebijakan baru terkait jasa pengiriman tidak akan memengaruhi program gratis ongkir dari e-commerce.

Baca Juga: Apa itu Worldcoin? Layanan Digital yang Banyak Dibicarakan hingga Izinnya Dibekukan Komdigi

Hal itu disampaikan sebagai respons atas kebingungan publik soal terbitnya Peraturan Menteri Komdigi No. 8 Tahun 2025 tentang Layanan Pos Komersial.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menjelaskan bahwa regulasi baru tersebut hanya menyasar diskon ongkos kirim yang diberikan oleh perusahaan kurir secara langsung, bukan yang ditawarkan oleh platform marketplace.

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini dibuat untuk menjaga kesehatan industri logistik yang kini makin tertekan oleh persaingan harga yang tidak sehat. Menurut Edwin, potongan harga yang terlalu besar dan berlangsung terus-menerus bisa merusak struktur biaya.

Baca Juga: Ramai Masyarakat Lakukan Scan Retina dengan Imbalan Sejumlah Uang, KOMDIGI Bekukan Izin Worldcoin dan WorldiD

“Kami ingin menciptakan ekosistem layanan pos yang sehat, berkelanjutan, dan adil,” ujarnya.

Diskon besar yang tidak mencerminkan biaya riil logistik berpotensi berdampak negatif dalam jangka panjang. Mulai dari upah kurir yang rendah, beban berat pada perusahaan pengiriman, hingga kualitas layanan yang menurun.

Halaman:

Tags

Terkini