SketsaNusantara.id - Belum lama ini, warganet dihebohkan dengan beredarnya video viral penggerebekan polisi ke tempat yang diduga menjadi lokasi penyekapan warga negara Indonesia (WNI) disekap di Thailand.
Narasi dalam video yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa polisi Thailand menyergap sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan sejumlah orang, termasuk WNI, sebelum mereka dikirim ke Kamboja.
Video ini mencapai lebih dari 1 juta penonton sejak diunggah pada hari Kamis, 15 Mei 2025 dan seketika jadi perbincangan hangat warganet.
Dalam video viral, terlihat polisi Thailand membobol sebuah rumah, menggeledah seluruh isi ruangan, hingga akhirnya mengevakuasi puluhan WNI yang disebut-sebut jadi korban perdagangan orang.
"Ini bukan film gaes! Penggerebekan oleh polisi Thailand ke tempat banyak warga Indonesia disekap sebelum dikirim ke Kamboja," tulis akun X @AkunKokGitu15 yang mengunggah video penggerebekan pada hari Kamis, 15 Mei 2025.
Kejadian ini tidak hanya menggemparkan warganet, tetapi juga memancing reaksi emosional dari tokoh publik seperti Susi Pudjiastuti. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Itu mengaku menangis melihat video tersebut.
Banyak juga warganet yang berempati pada WNI yang berniat mencari nafkah sampai ke luar negeri, tapi justru menjadi korban penipuan hingga perdagangan orang.
"Kasian, banyak orang yang diiming-imingi kerja ke Kamboja tapi ketipu malahan dikirim ke pelabuhan tanpa sepengetahuan, jadi korban perdagangan orang," komentar netizen.
"Negara kita kaya tapi rakyat menderita sampai cari nafkah ke luar negeri, cari kerja di Indonesia susah, kemana pemerintah? negara udah rusak dikuasai koruptor," sindir netizen lainnya.
Akun yang mengunggah video penggerebekan ini juga menjelaskan bahwa ia mendapat informasi ini dari akun Instagram @hitamputihgp.01. Disebutkan bahwa penggerebekan ini terjadi pada 23 Februari 2025 lalu di sebuah gedung tiga lantai yang berada di perbatasan Kamboja.
"Dalam operasi ini, 215 warga negara asing berhasil dibebaskan dari sindikat penipuan daring, terdapat tiga warga negara Indonesia (WNI), bersama dengan 109 warga Thailand, 50 warga Pakistan, 48 warga India, dan lima warga Taiwan," ungkap akun Instagram @hitamputihgp.01.