Minggu, 19 Juli 2026

Menohok! Meisita Lomania Tanggapi Soal Kabur Aja Dulu Sebut Ada 'Hama' yang Perlu Disingkirkan: Negara Jadi Gak Aman, Terlalu Gelap!

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 17 April 2025 | 18:30 WIB
Potret Meisita Lomania, kritik pemerintah Indonesia dan dukung Kabur Aja Dulu karena negara terlalu gelap dan dinilai kondisinya tidak aman (YouTube/Meiniac)
Potret Meisita Lomania, kritik pemerintah Indonesia dan dukung Kabur Aja Dulu karena negara terlalu gelap dan dinilai kondisinya tidak aman (YouTube/Meiniac)

SketsaNusantara.id - Kondisi Indonesia yang makin carut marut membuat Meisita Lomania ikut menyindir pemerintah.

Dalam obrolan singkat yang diunggah di kanal YouTube Meiniac, model dan penyanyi asal Bandung yang akrab disapa Teteh Mei ini mengutarakan kekecewaannya karena menilai "negara terlalu gelap".

Selain itu, ia juga mendukung tren "Kabur Aja Dulu" daripada jadi "hama" di negeri sendiri, mengingat aspirasi rakyat sekarang ini makin tidak didengar.

Menurutnya, rakyat makin tidak diharapkan yang membuat 'Indonesia Gelap' dan tak lagi jadi "rumah" yang aman ditinggali, apalagi banyak muncul kebijakan yang makin tidak mendukung rakyat.

Baca Juga: Bintang Emon Sindir Pejabat yang Hanya Modal Janji, Usul Teken Kontrak Saat Pelantikan dengan Sanksi dan Denda: Kita Kan Bukan Nabi Boy

"Emang ini negara kita terlalu gelap gitu, makanya pada banyak di medsos Kabur Aja Dulu," kata Mei sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di kanal YouTube Meiniac pada hari Senin, 14 April 2025.

"Memang kamu anggap di sini rumah? tidak! emang kamu di sini dianggap? tidak! emang ya bener menurutku kita harus kabur aja dulu, daripada di sini jadi hama, ngapain?" ucapnya.

Meisita menyebut dirinya ingin pindah ke Iceland yang disebut-sebut jadi negara paling aman di dunia. Menurutnya kondisi negara saat ini tidak aman, apalagi dengan ada banyak kerusuhan dan teror yang meresahkan.

Baca Juga: Felix Siauw Kritik Kepala Komunikasi Kepresidenan karena Menganggap Teror Kepala Babi Sebagai Guyonan: Tidak Punya Adab, Harusnya Dipecat!

Suara rakyat juga tak lagi didengar, Meisita menilai pemerintah abai dan hanya butuh "suara rakyat" hanya saat pemilu saja.

"Kalo kita mah gak diharapkan di sini, kalo mereka butuh pas pemilu aja. Kita dibaik-baikin pas pemilu doang," ujar Mei.

"Mereka datang pas lagi butuh dukungan aja. Kalo udah kepilih kita diabaikan. Siapa kamu? sorry gak kedengeran suaranya, kena efisiensi," sindirnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Bicara 'Terang Benderang' di UGM, Sentil Pemerintah Soal Efisiensi Anggaran yang Berdampak pada Pendidikan Indonesia

Mei juga menyebut beberapa WNI (warga negara Indonesia) yang lebih sukses di negara lain dan lebih dihargai bakatnya daripada di negeri sendiri.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X