Kamis, 4 Juni 2026

Bikin Susi Pudjiastuti Nangis, Beredar Video Penggerebekan Tempat WNI Disekap di Thailand Jadi Korban Perdagangan Orang, Ternyata Begini Faktanya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 11:22 WIB
Ilustrasi tempat penyekapan WNI yang diduga jadi korban perdagangan orang di Thailand sebelum dikirim ke Kamboja (Pexels/EyEm)
Ilustrasi tempat penyekapan WNI yang diduga jadi korban perdagangan orang di Thailand sebelum dikirim ke Kamboja (Pexels/EyEm)

Sementara itu, puluhan WNI yang jadi korban perdagangan manusia di Kamboja juga meminta perlindungan pada KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Phnom Penh.

Puluhan WNI di Kamboja mengaku telah dipaksa bekerja di Kamboja, sering kali dalam kondisi yang tidak manusiawi.

Baca Juga: Jerit Tangis Memilukan Warga Indonesia di Kamboja, Minta Tolong Hotman karena Lari dari Kekejaman Perusahaan

Mereka minta dipulangkan ke Indonesia karena dieksploitasi mafia judol internasional bahkan nyawa WNI yang berada di Kamboja terancam.

Beredarnya video ini pun terdengar sampai ke kepolisian Indonesia. Polri mengonfirmasi video ini dan menyatakan bahwa peristiwa dalam video viral ternyata sudah terjadi pada tahun 2024 lalu.

"Setelah dikonfirmasi dengan pihak RTP (Royal Thai Police), ternyata itu kejadian lama sudah dari tahun 2024," kata Irjen Krishna Murti, Kepala Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri pada hari Jumat, 16 Mei 2025.

Baca Juga: Ramai Tagar 'Kabur Aja Dulu', WNI di Australia Jawab Soal Kebenaran Apakah Kehidupan di Luar Negeri Lebih Baik

Ia menegaskan bahwa video lawas yang viral di media sosial adalah proses penggeledahan terkait kasus judol di Thailand dan tampaknya tidak ada WNI yang ikut terlibat.

"Penggerebekan diketahui dari pihak Metropolitan Police Bangkok terkait kegiatan online g***ing, sementara ini tidak ada informasi terkait aktivitas WNI yang ikut terlibat di sana," pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X