Patung ini terinspirasi dari kesenian lokal di Kecamatan Bongas yaitu depok yang bentuknya menyerupai burung Rajawali. Kesenian ini cukup terkenal dan menjadi ciri khas di wilayah tersebut.
Dengan bobot lebih dari 20 ton, patung ini bisa diduduki dan memiliki tinggi 9 meter dari galian serta lebar sayap 10 meter. Patung ini dinamakan Monumen Rajawali Sakti yang diresmikan 15 Januari 2025.
Pengerjaan patung ini memakan waktu kurang lebih 3 bulan dan dikerjakan oleh Supadi, seniman lokal warga Desa Cipaat yang juga menjabat sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah Desa Cipaat.
Sumber pembiayaan patung ini berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD) ditambah uang pribadi Kuwu Desa Cipaat, dengan pembuatan dibantu gotong royong warga sekitar.
Hal ini dilakukan sebagai komitmen kuat kepala desa dan warga untuk saling bahu membahu membangun ikon baru Desa Cisaat yang bisa mengembangkan potensi wisata lokal.
Kehadiran Patung Rajawali ini diharapkan mampu mengangkat potensi wisata dan ekonomi kreatif Desa Cipaat, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana desa bisa maju dengan kreativitas dan semangat gotong royong.
Banyak warganet yang memberikan pujian karena patung tersebut bukan hanya sekedar jadi tontonan, tetapi juga simbol hasil kerja keras yang jadi kebanggaan warga.
Tak hanya itu, warganet juga membandingkan dengan IKN dan daerah lain yang membuat tugu atau monumen menghabiskan dana milyaran tapi hasilnya mengecewakan.
"Ini baru karya seni yang real dan tepat sasaran. Patung sebagus ini biayanya gak sampe milyaran, kerennya melebihi IKN," komentar netizen.
"Makin menyala karya seniman lokal, mending ini daripada patung penyu yang habis milyaran tapi ternyata dibikin pake kardus," imbuh netizen lainnya.***