news

PHK Ribuan Karyawan, Microsoft Diduga Mulai Fokus Tekan Biaya untuk Proyek Kecerdasan Buatan

Kamis, 15 Mei 2025 | 19:00 WIB
Ilustrasi perusahaan Microsoft yang PHK ribuan karyawan untuk memfokuskan pada projek AI (Pexels/ Angel Bena)

SketsaNusantara.id - Setelah mengumumkan penghentian layanan komunikasi berbasis video (Skype) pada awal tahun ini, Microsoft kembali membuat gebrakan dengan merumahkan ribuan karyawan.

Dilansir SketsaNusantara.id dari media Reuters, perusahaan teknologi asal Amerika ini melakukan Pemutusan Hubunhan Kerja (PHK) kepada karyawannya pada 13 Mei 2025.

Menurut Reuters, langkah ini diduga merupakan upaya Microsoft untuk menekan biaya, seiring dengan besarnya biaya investasi di dalam proyek kecerdasan buatan yang tampaknya telah menjadi fokus utama.

Baca Juga: Hadi Poernomo Kabarnya Dilantik Menjadi Penasihat Presiden! Pria yang Pernah Tersandung Kasus Korupsi Bikin Netizen Melongo: Mafia Mengerikan...

Saat ini, berbagai perusahaan teknologi dunia tampaknya tengah berlomba mengembangkan AI, seperti OpenAI dengan ChatGPT, Google dengan Gemini, Grok dari platform X, Meta, dan lain sebagainya.

Hal ini tampaknya sejalan dengan upaya perusahaan raksasa teknologi ini dalam mempromosikan AI dalam berbagai produk yang ditawarkan.

Salah satunya yaitu Microsoft Advertising yang menawarkan layanan berbasis AI.

Baca Juga: Ratusan Koperasi Merah Putih Mulai Terbentuk, Komisi B DPRD Jember Minta Dinas Koperasi Awasi: Jangan Hanya Formalitas Saja!

Fokus utama Microsoft terhadap AI juga tampak dari unggahan mereka sehari setelah kabar PHK dirilis.

Unggahan akun resmi X Microsoft pada 14 Mei 2025 terpantau mengenalkan fungsi utama dari AI.

“Apa saja fungsi utama kecerdasan buatan (AI) saat ini? Menurut Jared Spataro dari Microsoft, semuanya terbagi dalam lima kategori inti. Mulai dari penalaran hingga merangkum, di sinilah AI menunjukkan perannya di dunia kerja,” tulis Microsoft pada akun global mereka.

Baca Juga: Hadi Poernomo Kasus Apa? Punya Catatan Kelam pada Masa Lalu yang Bikin Geger, Prabowo Malah Lantik Pria Ini Jadi Penasihat Presiden

Menurut Reuters, tampaknya langkah Microsoft ini bukan tanpa alasan. Perusahaan mengalami pertumbuhan di bidang cloud dan AI.

Namun, biaya untuk meningkatkannya sangat besar hingga membuat perusahaan harus mengurangi margin keuntungan mereka dalam jangka pendek.

Halaman:

Tags

Terkini