SketsaNusantara.id - Tangis haru mewarnai penyaluran bantuan sosial yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Ponorogo, Rabu, 14 Mei 2025.
Meski tak seberapa, saluran tangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut diharapkan mampu mengurangi beban para penerima manfaat.
Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa ada sebanyak 30 penerima bantuan program keluarga harapan alias PKH, dan 5 penerima bantuan ASPD atau kepanjangan dari asistensi sosial penyandang disabilitas.
Baca Juga: LTN PWNU Jatim: Mewaspadai Tantangan Penggunaan AI dengan Literasi Digital
Tak hanya itu, zakat produktif juga diberikan kepada 50 orang. Puluhan orang itu juga merupakan calon penerima program bantuan sosial kewirausahaan inklusif dan produktif perempuan Tangguh mandiri Jatim.
"Setiap penerima bantuan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 500 ribu rupiah," ungkap gubernur.
Lebih lanjut, 50 orang itu juga merupakan penerima bantuan KIP Putri Jawara yang akan mendapatkan bantuan sejumlah Rp 3 juta sebagai modal usaha masing-masing.
Baca Juga: Khofifah Indar Parawansa Pastikan 100 Persen Warga Jatim Tak Buang Air Besar Sembarangan
"Dalam kesempatan ini, kami juga menyalurkan tali asih pada para pilar sosial," papar Khofifah.
Mereka terdiri atas 15 orang tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, 15 taruna siaga bencana, dan 5 pendamping disabilitas.
Selain memberikan bantuan, Khofifah juga menyalurkan bantuan untuk 10 calon siswa sekolah rakyat.
"Kami memberikan sepasang sepatu kepada setiap anak," ujarnya.
Sebanyak Rp 100 juga telah digelontorkan khusus untuk warga di Kabupaten Ponorogo. Yakni, melalui bantuan keuangan khusus. Sasarannya dalah pemerintah desa. Bantuan tersebut diberikan secara simbolis kepada 10 pemerintah desa setempat.