Minggu, 19 Juli 2026

Kredit Khusus Petani Tebu, Strategi Jatim Jadi Lumbung Gula Nasional dan Pionir Energi Terbarukan

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Selasa, 6 Mei 2025 | 16:29 WIB
Gubernur Khofifah saat meninjau lahan tebu di Prajekan, Bondowoso, Selasa 6 Mei 2025 (Dok. Humas Pemrov Jatim)
Gubernur Khofifah saat meninjau lahan tebu di Prajekan, Bondowoso, Selasa 6 Mei 2025 (Dok. Humas Pemrov Jatim)

SketsaNusantara.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucurkan bantuan yang difokuskan untuk para petani tebu. Tepatnya, untuk para petani tebu Jawa Timur yang berlokasi di Kebun Tebu Prajekan, Kabupaten Bondowoso.

Bantuan tersebut berupa bantuan kredit usaha rakyat khusus atau biasa disebut KURsus. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa bantuan itu merupakan dukungan pemerintah pada sector perkebunan.

Bantuan ini juga mendorong kesejahteraan para petani tebu, sekaligus untuk mencapai dua tujuan lain. Mulai menuju swasembada gula hingga transisi energi hijau melalui bioetanol.

Baca Juga: Sempat Berjalan 2 Minggu, Mitra Dapur Makan Bergizi Gratis di Kalibata Akhirnya Diganti oleh Pihak Yayasan

Seperti kita tahu, bioetanol adalah jenis bahan bakar yang dihasilkan dari proses fermentasi biomassa. Misalnya, tanaman yang mengandung gula seperti tebu, jagung, dan ubi kayu.

Bioetanol dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar fosil. Sebab, bisa mengurangi ketergantungan pada minyak bumi dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Menurut Khofifah, upaya ini bakal mudah terwujud. Mengingat, Jatim merupakan penghasil gula tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, KURsus ini sudah pas.

Baca Juga: Rekam Jejak Alamuddin Dimyati Rois, Anggota DPR RI yang Wafat Akibat Kecelakaan di Tol Pemalang, Dikenang Sebagai Kader Muda Terbaik PKB oleh Cak Imin

Gubernur Khofifah menuturkan, berdasar data 2024, produksi tebu yang digiling pabrik gula Jawa Timur mencapai 16,69 juta ton dari 238.135,6 hectare.

Pihaknya berharap para petani tebu bisa menaikan derajat masing-masing. "Dari buruh tani tebu menjadi pengusaha pangan yang Tangguh dan bermartabat," ucapnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan bahwa KURsus hanya digunakan untuk usaha produktif, bukan konsumtif. Setiap kluster petani tebu
dapat melakukan pinjaman dengan rentang Rp 35 juta hingga Rp 100 juta.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X