SketsaNusantara.id – Warganet digegerkan dengan beredarnya video dan foto yang memperlihatkan praktik ajaran menyimpang di Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua.
Dimana dalam tayangan yang viral di media sosial itu, tampak seorang pria berambut panjang, berinisial FM, mengklaim dirinya sebagai “Tuhan”.
FM mengaku mampu menyembuhkan penyakit, menjamin pengikutnya masuk surga, dan memimpin ritual keagamaan yang menyimpang dari norma agama dan sosial.
Salah satu yang paling mengejutkan adalah pelaksanaan ibadah tanpa busana yang dilakukan bersama para pengikutnya.
Bahkan, diduga terjadi praktik hubungan badan bebas, termasuk antara pasangan bukan suami istri.
Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, angkat bicara menanggapi kegaduhan ini. Ia membenarkan adanya kelompok aliran sesat yang sempat mengganggu ketentraman masyarakat sekitar.
“Sekitar tiga bulan lalu, mereka mulai membangun pondok di belakang SMA Negeri 1 Nimboran. Itu terjadi sekitar tanggal 5 atau 6 April,” jelas AKBP Umar dikutip SketsaNusantara.id dari Instagram @polres_jayapura_sentani pada Minggu, 11 Mei 2025.
Menurutnya, para pemuda dari Kampung Kobain yang mendengar isu tersebut langsung mendatangi lokasi. Mereka menemukan aktivitas mencurigakan dan segera mengambil langkah tegas.
“Setelah dicek, benar ditemukan kegiatan yang tidak lazim. Masyarakat akhirnya mengusir mereka dari lokasi tersebut,” lanjutnya.
Pimpinan aliran sesat tersebut diketahui bernama Franky Monim. Ia disebut melarikan diri ke wilayah Sorong bersama sejumlah pengikutnya setelah aksi mereka terbongkar dan dibubarkan warga.
Berdasarkan data dari kepolisian, total pengikut Franky Monim diperkirakan mencapai 20 orang. Namun, hampir semuanya kini telah berpindah ke Sorong, dan tidak lagi melakukan aktivitas terbuka seperti sebelumnya.