AKBP Umar mengonfirmasi bahwa ritual mereka sangat menyimpang dari ajaran agama yang diakui di Indonesia. Selain dilakukan pada malam hari, kegiatan tersebut juga memuat unsur yang sangat tidak bermoral.
“Di antaranya, terdapat dugaan bahwa ibadah tersebut melibatkan hubungan badan antara pengikut, bahkan dengan istri orang lain, yang jelas melanggar hukum dan moral,” tegasnya.
Baca Juga: Pernah Berdebat Sengit Dengan Emil Salim Hingga Menyebutnya 'Sesat', Arteria Dahlan Dikecam Publik
Untuk mencegah kemunculan kelompok serupa, pihak kepolisian telah menginstruksikan seluruh jajaran kapolsek agar siaga dan segera bertindak jika menemukan indikasi serupa di wilayahnya.
Tindakan ini adalah bagian dari komitmen untuk menjaga stabilitas sosial dan ketertiban masyarakat.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
“Kami akan menindak tegas setiap kelompok yang mencoba mengganggu ketertiban umum dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat,” pungkas AKBP Umar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Surat Terbuka Masyarakat Madura di Yogyakarta, Desak Jaminan Keamanan hingga Tantang Carok Jika Premanisme oleh Oknum Papua Tak Dihentikan
Viral! Kronologi Seorang ASN Diduga Lakukan Kekerasan Kepada Siswa di Papua Buntut Demonstrasi Makan Bergizi Gratis, Bikin Netizen Geram
Sempat Hilang Kontak, Begini Kondisi Fiersa Besari Usai 2 Orang Pendaki dalam Rombongannya Meninggal Dunia saat Turun dari Puncak Carstensz Papua
Misi Rahasia Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono Naik ke Puncak Carstensz di Papua, Ingin Kenang Mendiang Sahabat SMA?
Pasca RUU TNI Disahkan, Beredar Surat Resmi Kodim Merauke Meminta Data Mahasiswa Papua, Dandhy Laksono Soroti Dasar Hukumnya