SketsaNusantara.id - Hari Lupus Sedunia jatuh setiap tanggal 10 Mei. Hari ini dimanfaatkan untuk menyebarkan lebih banyak kesadaran tentang penyakit lupus kepada publik.
Lupus sendiri adalah penyakit autoimun kompleks yang menyebabkan sistem imun di tubuh manusia tidak hanya menyerang bakteri dan virus saja, tetapi juga organ-organ dalam dari kepala hingga kaki.
Penyebabnya sendiri belum diketahui pasti, tetapi banyak penelitian yang yakin genetika berpengaruh besar bersama faktor-faktor lain seperti infeksi, hormon tidak seimbang, penggunaan obat-obatan, stres, paparan sinar matahari berlebihan, hingga asap rokok.
Penyakit ini dijuluki juga sebagai penyakit seribu wajah, sebab gejala-gejala yang timbul begitu banyak tergantung organ yang terserang dan menyerupai penyakit lain. Namun ada tiga yang umumnya sering diderita pasien, antara lain:
1. Nyeri pada bagian sendi, biasanya di tangan dan kaki tetapi bisa menyebar ke area lain
2. Muncul ruam pada bagian pipi dan batang hidung hingga membentuk kupu-kupu, tetapi bisa juga menyerang area lain seperti tangan.
3. Mudah merasa lelah meskipun hanya melakukan pekerjaan sederhana
Jika gejala-gejala itu terdengar “tidak berbahaya”, maka keliru. Lupus yang tidak ditangani berisiko menimbulkan beberapa komplikasi seperti gagal ginjal, stroke, anemia, dan masih banyak lagi.
Masyarakat perlu tahu tentang lupus karena penyakit ini belum bisa disembuhkan. Sejauh ini, dokter hanya bisa memberi obat saja untuk meringankan gejalanya.
Selain itu, dokter juga menganjurkan pasien lupus menjalani hidup sehat seperti berolahraga, mengindari stres, dan usahakan jangan terkena sinar matahari langsung.
Oleh sebab itu, Hari Lupus Sedunia juga sering dijadikan kesempatan untuk mempromosikan perkembangan riset dan pengobatannya.