SketsaNusantara.id - Terdapat kejadian unik saat muncul asap merah muda di Roma di tengah pelaksanaan konklaf pemilihan Paus baru di Vatikan yang digelar sejak hari Rabu, 7 Mei 2025.
Tradisi konklaf biasanya ditandai dengan asap hitam (fumata nera) sebagai tanda belum terpilihnya Paus yang kemudian menjadi asap putih (fumata bianca) sebagai tanda bahwa Paus baru telah terpilih.
Namun, mendadak muncul asap warna merah muda yang membubung di langit Roma, Italia. Fenomena ini mencuri perhatian publik dan mengundang rasa penasaran, ada apa?
Mengutip dari situs Asociated Press (AP News), asap merah muda ini ternyata bukan berasal dari cerobong Kapel Sistina.
Asap merah berasal dari flare yang sengaja dinyalakan oleh sekelompok aktivis perempuan Katolik di sebuah bukit dekat Vatikan yang menghadap ke arah kubah Santo Petrus.
Aksi ini menjadi sorotan global yang memiliki pesan mendalam sebagai simbol perlawanan terhadap eksklusivitas gender dalam struktur Gereja Katolik.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Ordain Women, para aktivis perempuan Katolik menyatakan bahwa aspirasinya ingin didengar.
Mereka ingin agar perempuan juga bisa jadi imam bahkan punya kesempatan menjadi Paus dan mengikuti konklaf.
Salah satu aktivis bernama Miriam Duignan mengatakan bahwa perempuan memiliki hak jadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik, mengingat separuh umat Katolik di dunia adalah wanita.
"Kami ingin menyampaikan kepada para kardinal bahwa mereka tidak bisa terus mengabaikan bahwa 50 persen populasi Katolik adalah wanita. Masa depan Gereja harus melibatkan perempuan," ucap Miriam Duignan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Ordain Women pada hari Kamis, 8 Mei 2025.
Aksi ini juga merupakan kritik terhadap konklaf yang hanya melibatkan 133 kardinal laki-laki, sementara perempuan hanya diberi peran domestik di Vatikan.