SketsaNusantara.id - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia bakal memberikan bantuan berupa rumah subsidi.
Bantuan rumah subsidi akan menyasar tiga golongan. Yakni, para buruh, pekerja media atau wartawan, dan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Diperkirakan, jumlah bantuan subsidi rumah itu mencapai 20 ribu unit. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bakal mulai memberikan bantuan rumah bersubsidi sebanyak 100 unit pada Juni mendatang.
Pada peluncuran rumah subsidi perdana, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa pihaknya akan menyiapkan ratusan unit terpusat di Kabupaten Gresik.
"Tak hanya pemberian 100 unit rumah bersubsidi, kami juga akan melakukan renovasi untuk 500 rumah di Jawa Timur," ungkap Khofifah.
Rencananya, perbaikan ratusan rumah tersebut ditujukan untuk tunawisma di Kota Malang dan Pasuruan.
Baca Juga: Catat Prestasi Serapan Gabah Tertinggi di Jatim, Bupati Fawait Berikan Penghargaan ke Bulog Jember
Lebih lanjut, Khofifah menyebutkan bahwa penyaluran bantuan itu merupakan buntut dari tuntutan buruh yangmenggelar aksi pada peringatan May Day atau Hari Buruh Nasional pada 1 Mei lalu.
"Ini tentu saja menjadi kabar baik," tegasnya.
Menurut wanita nomor satu di Jawa Timur tersebut, bantuan itu merupakan salah satu bentuk tuntutan masyarakat agar mendapatkan rumah engan format subsidi.
Baca Juga: Gubernur Jatim Hapus Batasan Usia dalam Rekrutmen Kerja, Peluang Luas untuk Semua Kalangan
Khofifah menerangkan bahwa proses menyicil rumah bersubsidi ini bakal menggunakan simulasi cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) oleh badan pengelola tabungan perumahan rakyat (BP Tapera).
"Program rumah subsidi ini tentu saja dikemas dengan Harga terjangkau. Yaitu, dengan uang muka sebesar 1 persen dan suku bunga sebesar 5 persen dengan tenor maksimal selama 20 tahun," lanjutnya.