Beberapa barak militer di wilayah Jawa Barat pun disiapkan untuk menjadi tempat pembinaan dengan pola pendidikan keras ala militer.
Namun, kritik dari KPAI menyoroti bahwa pendekatan tersebut bisa mengabaikan aspek pendidikan yang manusiawi dan mendalam.
Menurut Aris, KPAI belum bisa menilai apakah program tersebut layak dilanjutkan atau tidak karena pelaksanaannya masih sangat baru.
“Kami belum bisa sampai kepada tepat atau tidak ya karena ini juga baru berjalan, kami akan melakukan pengawasan,” ungkapnya.
Meski kebijakan ini dimaksudkan sebagai solusi atas meningkatnya kasus kenakalan remaja di sekolah, publik kini terpecah antara yang mendukung ketegasan dan yang mengkhawatirkan dampaknya pada psikologi anak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini