Menurutnya, yang dipersoalkan publik yakni vasektomi sebagai syarat menerima bantuan dinilai termasuk sebagai diskriminasi terhadap penerima bansos.
Dandhy pun menilai, pernyataan Dedi Mulyadi perihal vasektomi sebagai bentuk tanggung jawab pria dalam program Keluarga Berencana.
Baca Juga: Sekolah Masih 'Ngotot' Adakan Study Tour dan Wisuda? Dedi Mulyadi 'Bikin Viral' Isi WA SMP Ini!
Ia pun menuding Gubernur Jawa Barat periode 2024-2029 ini sedang memainkan politik adu domba berbasis gender.
“Yang dipersoalkan publik adalah diskriminasi penerima bantuan sosial, yang dia mainkan politik ‘adu domba’ berbasis gender,” cuit Dandhy Laksono lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!