news

Tuai Banyak Kecaman, Dedi Mulyadi Tetap Ngotot Terapkan Vasektomi sebagai Syarat Bansos, Dandhy Laksono: Makin Terlihat Manipulatif

Senin, 5 Mei 2025 | 14:16 WIB
Aktivis Dandhy Laksono (kanan) turut soroti pernyataan Dedi Mulyadi (kiri) soal vasektomi sebagai syarat penerima bansos (Kolase Instagram/@dandhy_laksono, jabarprov.go.id)

 

SketsaNusantara.id - Usulan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi perihal vasektomi sebagai salah satu syarat menerima bantuan sosial (bansos) menuai pro-kontra.

Kecaman pun datang dari berbagai kalangan, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat.

MUI bahkan mengeluarkan fatwa haram terkait vasektomi sebagai syarat menerima bansos.

Baca Juga: Buya Yahya Komentari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Soal Vasektomi Syarat Penerima Bansos, Menyimpang dari Syariat?

Kecaman dan penolakan juga datang dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM.

Ketua Komnas HAM bahkan menyarankan agar Dedi Mulyadi membatalkan wacana penukaran bansos dengan vasektomi.

Kendati demikian, mantan Bupati Purwakarta ini bakal tetap menerapkan kebijakan tersebut.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Usul Syarat Baru Bansos yakni Vasektomi pada Pria, Apa Itu? Ini Tujuan hingga Efek Sampingnya

Dedi Mulyadi berdalih, program ini dapat menyeimbangkan tanggung jawab dalam program Keluarga Berencana yang menurutnya selama ini dibebankan hanya kepada perempuan.

Pernyataan Dedi Mulyadi ini kembali menuai pro-kontra dari berbagai pihak, salah satunya jurnalis sekaligus aktivis Dandhy Laksono.

Melalui akun X miliknya @Dandhy_Laksono, pendiri Watch Doc ini menilai Dedi Mulyadi sebagai sosok manipulatif.

Baca Juga: Orang Tua Aura Cinta Menangis Anaknya Dicaci-maki akibat Debat dengan Dedi Mulyadi: 'Tetep Nggak Ikhlas'

“Politikuas ini makin terlihat manipulatif,” tulisnya sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @Dandhy_Laksono.

Halaman:

Tags

Terkini