news

Gaya Hidup Sehat Picu Tren Gula Aren, UMKM Tangkal Kawung Raup Omzet hingga Rp25 Juta Lewat Dukungan BRI dan Target Ekspor Korea

Sabtu, 3 Mei 2025 | 10:36 WIB
UMKM produsen gula aren asal Kelurahan Trondol, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Tren hidup sehat kini tak sekadar gaya, tapi sudah jadi kebutuhan. Masyarakat mulai beralih ke produk pangan alami yang lebih sehat.

Salah satu yang tengah naik daun adalah gula aren. Gula jenis ini dikenal lebih aman bagi penderita gula darah karena indeks glikemiknya lebih rendah.

Melihat peluang itu, UMKM asal Serang, PT Tangkal Kawung Indojaya, hadir dengan produk inovatif: gula aren bubuk dan cair. Lewat dukungan BRI, produk ini tak hanya laris di pasar lokal, tapi juga bersiap menembus pasar ekspor ke Korea Selatan.

Baca Juga: Peringati Hardiknas 2025, BRI Tunjukkan Komitmen Dukung Pendidikan Indonesia lewat Program BRI Peduli Ini Sekolahku

Permintaan terhadap gula aren melonjak seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. Produk ini menjadi alternatif yang lebih alami dan sehat dibandingkan gula pasir biasa. Melihat potensi tersebut, PT Tangkal Kawung Indojaya, UMKM asal Kelurahan Trondol, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, terus mengembangkan produknya.

“Kami telah memproduksi gula aren sejak 2018 dalam dua bentuk, yakni bubuk dan cair. Saat ini, kami sedang memperkenalkan varian cair yang memiliki cita rasa lebih manis dengan kadar gula lebih rendah dibandingkan versi bubuk,” ujar Director PT Tangkal Kawung Indojaya, Adhe Shafitri ST MT, dalam sesi wawancara pada 9 Januari 2025.

Baca Juga: Lewat BRImo FSTVL 2024, BRI Banjir Hadiah untuk Nasabah Setia, Dari Tabungan Emas hingga Mobil Mewah

Menurut Adhe, kedua varian memiliki karakteristik unik. “Gula aren bubuk memiliki kadar gula yang lebih tinggi, tetapi rasa manisnya lebih ringan. Sementara itu, gula aren cair menawarkan rasa manis yang lebih kuat dengan kadar gula yang lebih rendah,” jelasnya.

Untuk menjangkau berbagai segmen pasar, Tangkal Kawung menawarkan kemasan beragam. Varian bubuk tersedia dalam ukuran 500 gram dan 5 kg. Sementara itu, gula aren cair tersedia dalam kemasan 250 ml, 750 ml, 1 liter, hingga 5 liter. Konsumen rumah tangga umumnya memilih kemasan 250 ml dengan harga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu. Di sisi lain, pelaku usaha seperti coffee shop dan bakery lebih memilih kemasan besar.

Tidak hanya menyasar konsumen ritel, Tangkal Kawung juga aktif di pasar B2B. Mereka menggandeng kedai kopi dan toko roti untuk memperluas distribusi. “Kami berharap dapat memperluas kerja sama dengan para pelaku usaha di industri F&B yang juga hadir di BRI UMKM EXPO(RT) 2025,” ujar Adhe.

Baca Juga: Belasan Tahun Bermitra dengan BRI, Peternak Sapi Perah Mampu Dukung Program Pemerintah

Langkah selanjutnya adalah ekspansi pasar ke luar negeri. Saat ini, Tangkal Kawung tengah membidik Korea Selatan sebagai negara tujuan ekspor utama. “Kami melihat peluang di Korea cukup besar, terutama karena regulasi impornya lebih fleksibel dibandingkan Uni Eropa dan Amerika,” tambahnya.

Dukungan terhadap Tangkal Kawung datang dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Melalui program BRI UMKM EXPO(RT) 2025, perusahaan mendapatkan kesempatan memperluas jejaring bisnis dan menjangkau pasar baru. Gelaran ini diadakan pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City, dan mencatatkan transaksi senilai lebih dari Rp40 miliar serta kontrak ekspor mencapai US$90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyampaikan bahwa ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang BRI untuk mendorong UMKM Indonesia menembus pasar global. “Kisah sukses dari Tangkal Kawung merupakan bentuk dukungan nyata BRI untuk mendorong pengusaha UMKM go global yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor produk lokal,” ujar Hendy.

Halaman:

Tags

Terkini