SketsaNusantara.id – Kisah Wito (44), pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Jombang ini dapat dijadikan inspirasi. Berbekal keahlian dan hanya sekali memakai pendanaan dari bank, jasa pembuatan sekaligus pasang profil beton kini dikenal tak hanya di sejumlah kota di Jawa Timur. Wito juga melayani hingga ke Jawa Tengah.
“Dulunya saya hanya ikut orang bekerja. 2008 saya membuka usaha ini dengan pinjaman modal dari BRI sebesar Rp 5 juta,” ujar Wito memulai ceritanya kepada SketsaNusantara.id, belum lama ini.
Uang tersebut, kata bapak 3 anak ini, digunakan untuk memberi peralatan kebutuhan produk usahanya. Seperti meja untuk mencetak profil betook, besi, alat gerinda, siku, pompa air, dan paralon.
“Mengawali usaha, saya kerjakan sendiri,” kata Wito saat ditemui di rumahnya, Dusun Coben, Desa Sumberteguh, Kecamatan Kudu, Jombang.
Baca Juga: Pertahankan UMKM Olahan Mamin, Suyanto: BRI Langkah Solutif Dukung Kami
Wito melanjutkan, untuk memasarkan produknya ia bekerjasa sama dengan toko bangunan di sekitar rumahnya dengan cara bagi hasil. Selain itu, saat ada waktu longgar dia memasarkan dari rumah ke rumah dengan membawa kartu nama.
Agar mudah dikenal orang, kartu nama yang ia cetak selain dicantumkan nomor telepon juga tercantum tulisan EAD. "Tulisan tersebut merupakan singkatan ketiga nama anak saya, Embun Arga Dhisya," kata dia
“Kadang saya tawarkan ke rumah-rumah. Kalau pas ada orang bangun rumah saya tawari dan saya kasih kartu nama saya. Saya juga bekerja sama dengan tengkulak. Kebetulan tetangga banyak yang bekerja menjual profil beton,” sambung Wito.
Selama satu tahun berjalan ia hanya bisa memproduksi. Dia menjelaskan, pelaku usaha profil beton selain memproduksi terkadang juga melayani pemasangannya.
Baca Juga: Kisah Sukses Peternak Ikan Air Tawar Bermitra dengan BRI
Setelah itu Wito juga mulai melayani pemasangan hasil produksinya. Dirasa pesanan terus bertambah, ia kemudian merekrut 4 orang karyawan. “Dua orang bagian produksi, dan dua orang lainnya di lapangan untuk pemasangan,” kata Wito.
Karena dirasa usahanya ada perkembangan, tahun 2011 Wito membeli mobil pick up Colt T tahun 1980. “Waktu saya beli dengan harga Rp 18 juta. Sebelumnya, kalau pengiriman barang ke konsumen saya sewa mobil,” katanya.
Wito menambahkan, kala itu dia hanya melayani konsumen di wilayah Kecamatan Kudu saja.
Profil beton buatan Wito mulai dikenal masyarakat lebih luas. Bahkan ke luar kota seperti Sidoarjo, Surabaya, dan Madura.
Artikel Terkait
I Love Mutiara Tembus Kapal Pesiar, UMKM Lombok Ini Sukses Ekspor Berkat BRI dan Raup Omzet Ratusan Juta hingga Jutaan Dolar
Dari Sidoarjo ke Amerika, Kisah UMKM Parfum Lokal Tembus Pasar Dunia Berkat BRI UMKM EXPO(RT) 2025
Songket Silungkang Go Global, Strategi UMKM Binaan BRI Tembus Ekspor dan Majukan Ekonomi Lokal Lewat Digitalisasi