Menurutnya, program yang melibatkan banyak antara lain pihak Resimen Armed 1 Sthira Yudha, Dinas Sosial, serta Dinas Kesehatan merupakan salah satu pendidikan karakter yang ia dukung.
Baca Juga: PHK Massal Hantam Media Nasional, Badai Efisiensi Paksa Ratusan Karyawan TV dan Radio Angkat Koper
Sebab menurutnya, dengan pendidikan kolaborasi ini maka karakter anak akan terbangun.
"Ini sesuai dengan amanat Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa karakter profil pemuda Pancasila itu ada ahlak mulia, gotong royong, kebhinekaan global, menghargai perbedaan tapi juga disiplin, kreatifitas namun juga kritis," tegas Kak Seto.
Menurutnya arah pendidikan yang di inisiasi Dedi Mulyadi ini akan meredam dinamika yang meledak-ledak dari remaja hingga menyalurkannya pada tawuran dan jal negatif lainnya dirubah ke arah yang positif.
Bukan sebagai pendidikan yang keras dan pemaksaan terhadap anak, Kak Seto justru memandang program ini sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan anak sehingga bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini