Menurutnya, program yang melibatkan banyak antara lain pihak Resimen Armed 1 Sthira Yudha, Dinas Sosial, serta Dinas Kesehatan merupakan salah satu pendidikan karakter yang ia dukung.
Baca Juga: PHK Massal Hantam Media Nasional, Badai Efisiensi Paksa Ratusan Karyawan TV dan Radio Angkat Koper
Sebab menurutnya, dengan pendidikan kolaborasi ini maka karakter anak akan terbangun.
"Ini sesuai dengan amanat Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa karakter profil pemuda Pancasila itu ada ahlak mulia, gotong royong, kebhinekaan global, menghargai perbedaan tapi juga disiplin, kreatifitas namun juga kritis," tegas Kak Seto.
Menurutnya arah pendidikan yang di inisiasi Dedi Mulyadi ini akan meredam dinamika yang meledak-ledak dari remaja hingga menyalurkannya pada tawuran dan jal negatif lainnya dirubah ke arah yang positif.
Bukan sebagai pendidikan yang keras dan pemaksaan terhadap anak, Kak Seto justru memandang program ini sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan anak sehingga bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Hardiknas 2025, Anies Baswedan Soroti Pentingnya Pendidikan Ulang bagi Orang Dewasa Lewat Skema Re-entry dan Retraining, Begini Penjelasannya
Raffi Ahmad Ungkap Fakta Mengejutkan tentang Peringatan Hari Buruh 2025 di Monas, Warganet: Berarti Jokowi...
Pernah Dibahas Gibran, Anies Baswedan Sebut Bonus Demografi di Indonesia Bisa Beresiko Jadi Beban Tanpa Pendidikan yang Memadai, Ini Solusinya
Upacara Hardiknas 2025 Kompak Pakai Baju Adat, Kepala SMKN 2 Bondowoso Tegaskan Komitmen Sekolah Pusatnya Prestasi
Berangkatkan 36 Ribu Lebih Jemaah Haji, Gubernur Khofifah Imbau Warga Jatim Jaga Kesehatan di Tengah Suhu Panas Ekstrem Arab Saudi