SketsaNusantara.id - Sebanyak 39 anak dimasukkan ke barak militer oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi perdebatan, ini pendapat kata Kak Seto.
Anak-anak yang ikut program tersebut menurut informasi merupakan siswa-siswa yang bermasalah seperti terlibat tawuran, bolos sekolah, dan memiliki perilaku negatif.
Mereka kemudian dimasukkan ke barak militer pada Resimen Armed 1 Sthira Yudha sebagai program pembinaan.
Program ini tak semata-mata program Dedi Mulyadi namun merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial P3A dan Resimen Armed 1 Sthira Yudha.
Dalam program itu, anak-anak tetap diberi pelajaran sekolah namun juga mendapatkan pelajaran untuk pendidikan karakter dengan harapan menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Meski demikian, program ini menuai berbagai respon dari masyarakat, ada yang mendukung dan ada juga yang mengkritik.
Baca Juga: Viral Aksi Siswa SMA Yadika 8 Bekasi Bersihkan Sungai, Dedi Mulyadi Dukung dan Janjikan Nilai Tinggi
Banyak orang tua yang mendukung program ini, dan berharap anak mereka dapat berubah menjadi lebih baik, namun, ada juga pihak-pihak yang mempertanyakan efektivitas dan legalitas dari program ini.
Berdasarkan perbedaan pandangan tersebut, pemerhati anak Seto Mulyadi atau yang akrab dipanggil Kak Seto sebagai pemerhati anak serta Ketua LPAI (Lembaga Pemerhati Anak Indonesia) angkata bicara.
Sebagai sosok yang dekat dengan dunia anak, Kak Seto tentunya memiliki kapabilitas untuk memberikan pandangannya terkait program yang baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia ini.
Baca Juga: UNEJ Temukan Indikasi Kecurangan di UTBK SNBT 2025, Begini Kronologi Lengkapnya
"Kami apresiasi karena ini salah satu pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang optimal agar menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat di masa depan," tegas Seto Mulyadi dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
Jika ada sebagian orang yang tak setuju dengan program ini maka justru Kak Seto memberikan apresiasi atas program dari pemerintah Jawa Barat Dedi Mulyadi tersebut.
Artikel Terkait
Hardiknas 2025, Anies Baswedan Soroti Pentingnya Pendidikan Ulang bagi Orang Dewasa Lewat Skema Re-entry dan Retraining, Begini Penjelasannya
Raffi Ahmad Ungkap Fakta Mengejutkan tentang Peringatan Hari Buruh 2025 di Monas, Warganet: Berarti Jokowi...
Pernah Dibahas Gibran, Anies Baswedan Sebut Bonus Demografi di Indonesia Bisa Beresiko Jadi Beban Tanpa Pendidikan yang Memadai, Ini Solusinya
Upacara Hardiknas 2025 Kompak Pakai Baju Adat, Kepala SMKN 2 Bondowoso Tegaskan Komitmen Sekolah Pusatnya Prestasi
Berangkatkan 36 Ribu Lebih Jemaah Haji, Gubernur Khofifah Imbau Warga Jatim Jaga Kesehatan di Tengah Suhu Panas Ekstrem Arab Saudi