news

Kelola UMKM Mamin, Perangkat Desa ini Terima Keuntungan Tambahan dan Ciptakan Lapangan Pekerjaan

Rabu, 30 April 2025 | 19:40 WIB
Ali Ma'sum memeriksa masakan nata de coco sebelum dilakukan pemanenan. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

Baca Juga: Dari Sidoarjo ke Amerika, Kisah UMKM Parfum Lokal Tembus Pasar Dunia Berkat BRI UMKM EXPO(RT) 2025

“Ketemu uang Rp 1.650.000 dikurangi biaya produksi Rp 950.000 per seribu liter. Sisanya itulah keuntungan saya,” rinci Ali. Dalam satu bulan Ali dapat memproduksi sebanyak 6 kali masak.  

Dinilai ada perkembangan usahanya, ia berniat untuk memperbesar kapasitas produksi nata de coco. Tentu, untuk menambah produksi, ia membutuhkan dukungan modal lagi. Belum sampai selesai jatuh tempo pinjaman yang pertama, ia memperpanjang pinjaman dengan menambah kredit.

“Oleh BRI disetujui dan saya menerima pnjaman sebesar Rp 125 juta,” ucap Ali.

Dari pinjaman kedua tersebut, oleh Ali digunakan untuk menambah tempat produksi dengan ukuran 8 x 17,5 meter. Selain itu juga untuk pembelian bahan baku dan peralatan lainnya.

Baca Juga: Kisah Sukses Pengusaha Profil Beton, Kembangkan Usaha dengan Modal dari BRI dan Miliki 47 Karyawan

Untuk mendapat bahan baku air kelapa, Ali membelinya ke sejumlah pengrajin kupas kelapa. Per liter air kelapa, kata Ali, harganya antara Rp 300 sampai 400. “Bahan baku itu biasanya dikirim,” tandasnya.

Kini produksinya ditambah, yang semula 600 liter sekali masak, menjadi 1.000 liter.

Dalam mengolah air kelapa dijadikan nata de coco Ali tidak sendiri mengerjakannya, ia dibantu oleh 6 karyawan. “Dulu awal buka usaha ini karyawan saya ada 3. Sejak ada penambahan produksi, karyawan yang bekerja di tempat saya sebanyak 6 orang,” terangnya.

Oleh Ali, setiap karyawan tersebut dibayar Rp 40 ribu untuk karyawan Perempuan dengan lama bekerja 8 jam per hari. Sementara untuk karyawan laki-laki, mereka digaji Rp 50 ribu per hari selama 8 jam bekerja.

Salah satu karyawan UMKM mamin milik Ali Ma'sum sedang memanen,

Selain mendapat keuntungan, Ali juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi tetangganya.

Sementara, Sulimah (56, salah satu karyawan Ali ini mengungkapkan rasa syukurnya selama bekerja di UMKM tersebut. “Lumayan, Mas. Daripada nganggur di rumah setiap hari saya mendapat penghasilan,” ujar Sulimah.

Karyawan lainnya M Abdul Kahfi (29) juga menyampaikan hal yang sama. Pengantin baru ini merasa berterimakasih atas pekerjaan yang diberikan oleh Ali. Sebelumnya, ia sebagai petugas kebersihan di salah satu masjid yang ada di kota.

“Sekarang tempat kerja saya dekat dengan rumah. Sebelumnya saya harus menempuh jarak 25 kilo meter untuk menuju tempat kerja saya,” pungkas Kahfi yang merupakan tetangga dari Ali.***

Halaman:

Tags

Terkini