news

Mengapa Gibran Pilih Monolog di YouTube? Tujuan Anak Jokowi Dibongkar Juri Ardiantoro

Selasa, 29 April 2025 | 13:00 WIB
Gibran Rakabuming Raka jelaskan bonus demografi (YouTube Gibran Rakabuming Raka )

SketsaNusantara.id - Beberapa hari terakhir, media sosial di Indonesia tengah diramaikan oleh konten monolog Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka.

Melalui akun YouTube resmi Wakil Presiden RI, Gibran mengunggah sejumlah video yang menampilkan dirinya berbicara langsung kepada publik. Konten tersebut menyita perhatian karena gaya komunikasinya yang terbilang baru untuk seorang pejabat tinggi negara.

Setidaknya sudah ada tiga video yang diunggah, termasuk satu berjudul Generasi Muda, Bonus Demografi dan Masa Depan Indonesia.

Baca Juga: PDIP Kritik Pedas Gibran Rakabuming Raka yang Kerap Unggah Video YouTube: Video Terus, Kerja Gitu Lho...

Video yang tayang sejak 19 April 2025 itu kini telah ditonton lebih dari 120 ribu kali hingga 28 April 2025.

Fenomena ini memicu berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai motif dan tujuan di balik kemunculan konten tersebut.

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, buka suara.

Baca Juga: Reaksi Santai Kaesang Pangarep Atas Pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka: Ya Sudah...

Ia menilai langkah Gibran bermonolog adalah strategi komunikasi untuk mengurangi bias informasi yang beredar di publik.

"Kadang-kadang, informasi yang beredar seringkali sudah bias dan tidak benar (hoax)," ujar Juri di Jakarta, Senin, 28 April 2025.

Menurut Juri, dengan berbicara langsung melalui platform digital, pejabat bisa menyampaikan pemikiran dan gagasannya secara utuh.

Baca Juga: Tak Dukung Pemakzulan Wapres, Surya Paloh Panen Kritik Usai Sebut Gibran Tak Ada Skandal: Padahal Pernah Langgar Konstitusi Jalur 'Paman' di MK

"Baik sekali kalau para pejabat bisa menyampaikan langsung gagasan yang dimilikinya, termasuk Pak Wapres (Gibran)," sambungnya.

Ia menekankan pentingnya informasi akurat di tengah derasnya arus berita yang kerap mengalami framing atau pembelokan makna.

Halaman:

Tags

Terkini