Joko Pinurbo wafat pada 27 April 2024 di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, setelah beberapa hari mengeluh kesulitan bernapas.
Jokpin meninggalkan istri bernama Nurnaeni Amperawati Firmina, dan dua anak, serta warisan puisi yang tak ternilai dan hingga kini masih dikenang khalayak luas.
Kepergiannya yang bertepatan sehari sebelum Hari Puisi Nasional membuat peringatan tahun 2025 terasa lebih emosional. Warganet pun ikut mengenang Joko Pinurbo hingga namanya kembali menggema di X.
"Jokpin telah pergi, tapi puisinya abadi. 'Celana' selalu jadi pengingat bahwa hidup itu sederhana tapi penuh makna, karyanya mengingatkan pada Chairil Anwar," komentar salah satu netizen.
"Humor Jokpin dalam puisi-puisinya adalah kesimpulan betapa brilian dan lucunya Alm. Joko Pinurbo. Generational talent," imbuh netizen lainnya.
"Kamus Kecil, oleh Joko Pinurbo. Puisi yang menurutku paripurna. Tidak hanya bermain diksi, juga tiap barisnya bermakna penuh isi. Kata-katanya sederhana, tidak asing malah sering dijumpa, tidak mengandalkan kemewahan Sansekerta," komentar netizen lainnya.
Warisan Jokpin dikenal luas karena puisinya, yang menjadikan sosoknya dekat dengan masyarakat.
Pada peringatan Hari Puisi Nasional 2025, netizen terus membagikan kutipan-kutipannya puisi karya sang penyair sebagai penghormatan.
Nama Joko Pinurbo, bersama Chairil Anwar, kini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan sastra Indonesia.
Meskipun kedua penyair memiliki gaya yang berbeda, namun Chairil Anwar dan Jokpin selalu dikenang karena karyanya yang kuat dan inspiratif.
Chairil Anwar dianggap sebagai figur kunci dalam perkembangan puisi modern Indonesia, sementara Joko Pinurbo lebih dikenal sebagai penyair kontemporer yang fokus pada isu-isu sosial dan politik.
Keduanya dikenang sebagai penyair yang menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dengan kepekaan dan keberanian.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini