Beberapa varian beras seperti serang, inpari 32, mekongga, bramu sudah menjadi andalan produksinya. Bahkan, telah tembus ke berbagai kota besar di Jawa Timur seperti Surabaya dan Mojokerto. Slamet memberdayakan pendistribusian di agen-agen dan toko kecil yang tersebar di beberapa kota tersebut.
Baca Juga: Dukung ke Pasar Internasional, BRI Support Pendanaan Produksi Manik-manik Jombang
Jumlah pasar yang kian meningkat tersebut membuat produksi beras digudang miliknya sudah mencapai di angka 5 ton tiap hari, dan mencapai omset kotor sekitar Rp 60 jutaan.
Selain itu adanya produksi dalam jumlah besar, Slamet berhasil menyerap tenaga kerja dengan memberdayakan 10 karyawan yang bekerja sebagai operator produksinya. “Saya mempunyai 10 karyawan yang setiap hari memproduksi beras untuk kebutuhan 5 ton,” ungkap Slamet.
“Yang terpenting dalam usaha adalah keuletan dan telaten, fokus dan terus berusaha yang terbaik. Kalau memang ada pinjaman dari bank, harus benar-benar digunakan sesuai kebutuhan untuk pengembangan usaha,” pesan Slamet memberikan motivasi kepada para pengusaha yang sedang berkembang.
Sementara, Kepala BRI Cabang Jombang Effendi Sudarso menjelaskan, BRI berkomitmen mendorong UMKM agar dapat berkembang dengan pemberian pendanaan yang mudah. Selain mudah, bunga yang diterima pelaku UMKM terbilang murah.
Sudarso menyebutkan, program KUR menjadi prioritas BRI yang diperuntukkan kepada pelaku UMKM.
"BRI berkomitmen mendorong pelaku UMKM agar dapat mengembangkan usahanya dengan memberikan pendanaan. Tahun 2024 BRI Cabang Jombang telah meggelontorkan pembiayaan khusus untuk UMKM sebesar Rp 4,2 triliun," pungkas Effendi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!