SketsaNusantara.id - Kondisi jalan raya Jaring Jaring Kencong-Tanggul rusak parah, padahal telah diperbaiki dalam program multiyears oleh Bupati Jember sebelumnya, Hendy Siswanto dan menelan anggaran kurang lebih 19 miliar.
Semuanya terlihat sangat parah, dan karena awal pembenahan terkesan tidak lengkap, proyek tersebut disinyalir gagal.
Ironisnya, ketika jalan tersebut selesai diperbaiki, terlihat bahwa di beberapa sisi kanan dan kiri sepanjang hampir dua kilometer ada keretakan dan aspal mengelupas. Ini terjadi meskipun jalan tersebut baru dibangun dengan biaya yang sangat besar.
Puluhan orang dari komunitas peduli jalan rusak berusaha membenahi jalan raya tersebut. Mereka tidak menggunakan aspal, tetapi menggunakan tanah padas yang mereka beli dari hasil patungan.
Tanah ini disebarkan di beberapa titik jalan rusak untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas dan menghindari jalan raya dengan lebar hampir 4 meter.
Kegiatan penambalan jalan rusak itu berlangsung pada hari Minggu, 27 April 2025.
Baca Juga: Belum Genap Seminggu, Portal Dimensi Atas PT KAI di JPL 162 Jember Dicopot Dishub dan Pemkab
Ketua Komunitas Jalan Rusak, Nency Lafiana, mengatakan bahwa pihaknya hanya bisa membantu masyarakat agar tidak menjadi korban jalan rusak hanya dengan melakukan penambalan menggunakan tanah.
Menurutnya, jalan yang sempat diperbaiki oleh Bupati sebelumnya sudah sangat memprihatinkan.
"Upaya kami membantu masyarakat agar tidak menjadi korban jalan rusak hanya bisa kami lakukan seperti ini," katanya, Senin 28 April 2025.
"Kami sudah melihat sendiri seberapa rusak jalan raya ini, meskipun itu baru dibangun pada masa bupati sebelumnya, tambahnya.
Selain itu, Nency menjelaskan bahwa pihaknya dan kelompok masyarakat lainnya melakukan ini untuk meminta pemerintah saat ini untuk segera melakukan perbaikan. Hal ini sangat penting karena jalan raya Kencong-Tanggul memberikan akses ekonomi.