SketsaNusantara.id – Buah melon menjadi tanaman primadona bagi mayoritas petani yang ada di Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. Selain keuntungannya yang berlipat dari tanaman padi, usia panen buah melon terbilang singkat, yakni 60 hari.
Namun, untuk menanam buah melon, dibutuhkan tenaga ekstra dalam merawatnya. Tak hanya itu, kebutuhan modal juga lebih banyak dari tanaman padi.
Menghadapi musim kemarau, petani di Desa Bandarkedungmulyo selalu menyambutnya dengan gembira. Sebab, buah melon hanya dapat ditanam saat musim kemarau. Meski hanya sekali dalam satu tahun, keuntungan yang diraup para petani lumayan besar, tergantung jumlah luas lahan yang ditanami.
Kebutuhan modal bukan menjadi soal bagi petani di desa tersebut. Sebab, saat tanam tiba, mereka rata-rata mendapat pinjaman modal dari BRI.
Baca Juga: Kembangkan Pinjaman BRI, Sawah Milik Petani di Jombang Ini Terus Bertambah
Muhaimin (55), warga Dusun Kedunggabus adalah salah satu dari puluhan petani di desanya yang mendapat pinjaman dari BRI untuk keperluan menanam buah melon.
“Tahun 2008, saya menanam buah melon dengan pinjaman dari BRI Rp 30 juta. Kalau di sini, rata-rata petani yang tanam buah melon dapat pinjaman dari BRI,” ungkap Muhaimim saat ditemui di rumahnya belum lama ini.
Saat itu luas lahan yang ditanam yakni 5.400 m2. Setiap lahan luas 1.400 m2, kebutuhan biaya untuk menanam buah melon sebesar Rp 5 juta.
“Anggaran sebesar itu digunakan mulai proses tanam, perawatan, hingga masa panen. Selain itu juga untuk pembelian bibit, obat-obatan, dan ongkos kerja,” terang Muhaimin.
Baca Juga: Kisah Sukses Peternak Ikan Air Tawar Bermitra dengan BRI
Pertama kali menanam buah melon itu, Muhaimin mempekerjakan sebanyak 10 orang. 7 perempuan dan 1 laki. 10 orang tersebut, sambungnya, bekerja mulai tanam hingga masa panen. “Sistem pembayarannya setiap hari mereka menerima ongkos kerja,” terang pria yang juga sebagai perangkat desa setempat ini.
Keuntungan rupanya berpihak pada Muhaimin. Pengalaman pertama kali menanam buah melon, ia meraup keuntungan hingga Rp 10 juta setiap lahan luas 1.400 m2. “Saat itu melon saya terjual Rp 15 juta per banon 100 nya (1.400 m2),” ungkap dia.
Karena ada keuntungan berlebih, pinjaman dari BRI langsung dibayar lunas. Selain itu, sebagai bentuk terima kasih kepada pekerjanya, Muhaimin memberi bonus setiap orang menerima buah melon dan diberi uang sebesar Rp 500 ribu.
“Sebagian keuntungan ini karena ada kerja keras dari pekerja saya. Makanya saya beri bonus,” ucap Muhaimin.