Dirasakan ada keuntungan, setiap tahun Muhaimin selalu menanam buah melon. Setiap tahun itu juga ia selalu mengajukan pinjaman ke BRI unit Bandarkedungmulyo. “Pinjaman yang saya terima adalah KUR. Bunganya kecil. Di samping itu, proses pengajuan pinjaman ke BRI yang saya rasakan selama ini begitu mudah,” akunya.
Penanaman bauh melon milik Muhaimin diperluas. Sejak 2019 hingga tahun kemarin, luas lahan yang ia tanam mencapai 1 hektar. Tambahan lahan seluas 4.200 m2 merupakan hasil sewa. “Di sini, sewa lahan untuk ditanami melon per banon 100 mencapai Rp 4 juta,” terang dia.
Jumlah pekerja yang semula 10 orang menjadi 15 orang. 10 perempuan dan 5 laki. Mereka memiliki tugas yang sudah ditentukan oleh Muhaimin.
Praktis modal yang ia butuhkan juga bertambah. Biaya Rp 5 juta per 1.400 m2 kini meningkat menjadi Rp 15 juta. Ia lantas meningkatkan jumlah pengajuannya ke BRI. Muhaimin mengaku, setiap pengajuannya, pihak BRI selalu menyetujui.
Baca Juga: Pertahankan UMKM Olahan Mamin, Suyanto: BRI Langkah Solutif Dukung Kami
“Saat biaya tanam meningkat, pinjaman yang saya terima Rp 70 juta hingga Rp 100 juta,” kata dia.
Meski ada peningkatan 3 kali lipat, Muhaimin mengaku masih mendapat untung. Buah melon yang ia tanam terjual sampai Rp 35 juta hingga Rp 40 juta per luas lahan 1.400 m2. “Masih untung, Mas. Karena harga melon juga naik,” kata dia.
Sementara, Mahfud (52), 2 tahun ikut bekerja menanam buah melon di lahan milik Muhaimin lantas menanam sendiri. “Selain dapat rizki dari Pak Muhaimin, selama dua tahun itu saya juga dapat ilmu dalam menanam buah melon,” kata Mahfud.
Di tahun 2021, ia memberanikan untuk tanam sendiri buah melon. Saat itu, luas lahan yang ditanami buah melon adalah 1.400 m2. Mahfud mengaku, pendanaan yang ia terima juga dari BRI. “Saat itu saya menerima pinjaman KUR BRI sebesar Rp 15 juta. Uang tersebut pas untuk modal menanam melon,” ujar Mahfud.
Panen pertama kali, buah melon milik Mahfud laku Rp 30 juta.
Merasakan keuntungan berlebih, Mahfud memperluas lahan untuk menanam buah melon lagi di tahun 2022. Kali ini total yang ia tanam seluas 2.800 m2. Penambahan lahan tersebut merupakan hasil sewa.
Namun, di tahun kedua menanam itu, Mahfud tidak mendapat untung. “Tidak sampai rugi, Mas. Hanya balik modal,” katanya.
Baca Juga: Rasakan Kemudahan Pendanaan BRI, Omset Pedagang Kuliner di Jombang Ini Terus Alami Peningkatan
Artikel Terkait
Berkat Program BRI, Usaha Kue Rumahan Ini Sukses Tembus Pasar Digital dan Raup Omzet Berkali Lipat
BRI Kembali Dipercaya Sediakan Living Cost Haji 2025, Total SAR 152 M Siap Didistribusikan ke 203 Ribu Jemaah di 20 Embarkasi
Dukung UMKM, BRI Salurkan Rp42,23 Triliun hingga Akhir Maret 2025 untuk Ratusan Ribu Pengusaha Kelas Mikro sampai Menengah