SketsaNusantara.id – Dunia berduka atas kepergian Paus Fransiskus yang tutup usia pada Senin, 21 April 2025.
Kepergiannya hanya berselang satu hari setelah menyampaikan pidato Paskah yang kini dikenang sebagai warisan spiritual terakhirnya untuk umat Katolik dan seluruh umat manusia.
"Paus Fransiskus meninggal dunia pada hari Senin Paskah, 21 April 2025, pada usia 88 tahun di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan," tulis keterangan Vatikan, dikutip SketsaNusantara.id dari Instagram @vaticannews.
Dalam khotbah Urbi et Orbi yang disampaikannya pada perayaan Paskah di Vatikan, Paus Fransiskus memberikan pesan menyentuh yang kini disebut-sebut sebagai pidato terakhirnya.
Isinya menggugah dunia untuk tidak tinggal diam terhadap konflik kemanusiaan, khususnya yang terjadi di Gaza.
Dalam pidato Paskah terakhirnya, Paus Fransiskus menyoroti tragedi kemanusiaan yang terjadi akibat berbagai konflik bersenjata.
Ia menegaskan bahwa warga sipil yang menjadi korban kekerasan, termasuk serangan terhadap fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit, tidak seharusnya dijadikan sasaran.
“Di depan kekejaman konflik yang melibatkan banyak warga sipil tak bersenjata menjadi korban, serta penyerangan sekolah, rumah sakit, dan petugas kemanusiaan, kita tidak boleh lupa bahwa mereka bukan target serangan. Tetapi, mereka adalah manusia yang masing-masing memiliki jiwa dan martabat,” ucap Paus dengan nada penuh belas kasih.
Selain itu, dalam pesan yang menyentuh hati tersebut, Paus juga menaruh perhatian pada penderitaan komunitas Kristen di Gaza, yang menurutnya hidup dalam situasi yang kian memprihatinkan akibat dampak konflik berkepanjangan.
“Saya juga memikirkan bagaimana rakyat Gaza, khususnya masyarakat Kristen di sana dimana konflik mengerikan terus menyebabkan kematian dan kehancuran yang menciptakan situasi kemanusiaan dramatis dan menyedihkan,” lanjutnya, menggambarkan kondisi yang sangat memukul nurani.
Lebih jauh lagi, Paus Fransiskus kembali mengingatkan dunia akan urgensi menjaga nilai-nilai kebebasan beragama.