SketsaNusantara.id - PT. Bank Rakyat Indonesia (Perseero) Tbk atau BRI akan kembali melaksanakan Buyback atau pembelian kembali saham pada April 2025.
Buyback ini dilakukan sebagai salah satu langkah strategis BRI dalam mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan.
Pembalian kembali saham ini juga menjadi bukti nyata sikap optimise perseroan terhadap keberlanjutan kinerja jangka panjang BRI.
Kegiatan Buyback ini telah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 24 Maret 2025 lalu.
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan, pembelian kembali saham bisa di dalam maupun di luar Bursa Efek.
“Buyback dilakukan melalui Bursa Efeek maupun di luar Bursa Efek baik secara bertahap maupun sekaligus,” jelas Hendy.
Buyback direncanakan akan diselesaikan paling lama 12 bulan atau 1 tahun setelah tanggal RUPST.
Bulan April 2025, BRI akan melaksanakan buyback tahap awal sebagai bentuk strateegi perseroan untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Pembelian kembali saham juga telah melalui sejumlah pertimbangan, khususnya kondisi makro ekonomi global dan domestik, termasuk efek kebijakan tarif baru dari pemerintah Amerika Serikat hingga ketidakpastian arah kebijakan benchmark rate.
Keputusan BRI untuk melaksanakan buyback juga menjadi bukti kuat komitmetn BRI dalam menjaga kepentingan pemegang saham di tengah kondisi pasar yang tak menentu.