news

Cegah Dampak Negatif Dinamika Ekonomi Global dan Pelemahan Rupiah, BNI Terapkan Manajemen Risiko Ketat

Kamis, 10 April 2025 | 10:29 WIB
BNI terapkan sejumlah langkah antisipasi guna menghadapi dampak negatif ekonomi global saat ini (Dok. BNI)

 

SketsaNusantara.id - Di tengah dinamika ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menerapkan sejumlah langkah-langkah pencegahan.

Hal ini dilakukan untuk menjaga kinerga positif perusahaan dengan meningkatkan kehati-hatian dalam menyalurkan kredit berdenominasi valuta asing.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartono mengungkapkan beberap langkah mitigasi risiko yang akan dilakukan untuk meredam dampak negatif dinamika ekonomi global.

Baca Juga: BNI Bagikan Dividen Rp13,95T di RUPST 2025, Saham Buyback Rp1,5T Disetujui

“BNI secara berkala terus menerapkan manajemen risiko yang ketat, salah satunya dengan melakukan stress test terhadap kondisi makro ekonomi, termasuk pergerakan nilai tukar,” ungkapnya.

Stress test terhadap pergerakan nilai tukar ini dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak ada dampak terhadap kualitas aset.

BNI juga lebih berhati-hati dalam menyakurkan kredit valas di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah saat ini.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Permintaan Uang Kecil, BNI Tebar ATM Pecahan Rp20.000 di 41 Lokasi Se-Indonesia Mulai dari Lampung hingga Papua

Kredit valas yang diberikan akan lebih ditujukan kepada debitur dengan yang memiliki natural hedge dalam model bisnisnya.

Selain itu, mengenai kondisi likuiditas valas, Okki menambahkan bahwa likuiditas dalam mata uang dollar Amerika Serikat masih berada dalam level yang memadai.

“BNI menjaga kecukupan likuiditas di atas rasio yang ditetapkan oleh regulator,” imbuhnya.

Baca Juga: BNI Sediakan Rp21 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran 2025, Transaksi Digital Terus Meningkat

Untuk saat ini, LCR atau Liquidity Coverage Ratio valas BNI tercatat 151,72 persen.

Halaman:

Tags

Terkini