news

Pemudik Lebaran Turun Signifikan hingga Jutaan Orang, Indikasi Indonesia Menuju Krisis Ekonomi?

Minggu, 6 April 2025 | 10:09 WIB
Ilustrasi arus lalu lintas lebaran. (Pixabay Cristian_Adame_Photo)

SketsaNusantara.id – Beberapa hasil survei menyatakan bahwa Lebaran 2025 mengalami penurunan jumlah pemudik.

Artinya, Lebaran kali ini dinilai sebagai perayaan yang lebih sepi dari biasanya.

Fenomena Lebaran yang sepi ini disebut dapat menjadi salah satu indikator adanya potensi krisis ekonomi.

Baca Juga: Mudik ke Solo Wajib Mampir Sini! Jelajahi Toko Jajanan Tertua Berdiri Sejak Tahun 1888, Cicipi Kue Legendaris Favorit Raja Pakubuwono X

Indikasi adanya krisis ekonomi di Indonesia ditunjukkan oleh jumlah pemudik yang menurun drastis pada tahun 2025 ini.

Seperti dilansir oleh SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Metro TV, pada tahun 2025 Indonesia mengalami penurunan jumlah pemudik hingga sekian juta dibandingkan dengan Lebaran tahun 2024 lalu.

Menurut hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pada tahun 2024 tercatat ada 193,6 juta pemudik, atau sekitar 71 persen dari total penduduk.

Baca Juga: 10 Kata-kata Libur Lebaran 2025 Telah Selesai, Sambut Rutinitas Normal dengan Semangat Baru, Bagikan Ucapan di Medsos Pasca Balik Mudik!

Namun, pada Lebaran tahun 2025 ini, jumlah pemudik menurun menjadi 146,5 juta orang, atau 52 persen dari total penduduk.

Artinya, terjadi penurunan sekitar 50 juta pemudik, atau 20 persen dari total penduduk dibandingkan dengan tahun 2024 lalu.

Sementara itu, data dari Sistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia (SIASATI) menyebutkan bahwa pada tahun 2024 terdapat 7.074.000 penumpang, sedangkan pada tahun 2025 turun menjadi 6.750.000 penumpang.

Baca Juga: 5 Daftar Tips Sehat Hadapi Arus Balik Mudik Lebaran saat Cuaca Tidak Menentu, Persiapkan Kondisi...

Artinya, pergerakan penumpang pada lima moda transportasi umum menurun hingga 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan arus mudik dan penumpang moda transportasi umum tersebut ditanggapi oleh Sarman Simanjorang, selaku Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Halaman:

Tags

Terkini