SketsaNusantara.id - Pemerintah menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1446 H sekaligus menetapkan tanggal jatuhnya hari raya Idul Fitri 2025.
Dalam proses penentuan 1 Syawal 1446 Hijriah, pemerintah menggelar pemantauan hilal yang dilakukan di sejumlah titik di seluruh Indonesia.
Pemantauan hilal mulai dilakukan pada hari kee-29 Ramadhan 1446 H yang bertepatan dengan 29 Maret 2025.
Pemantauan hilal penentuan 1 Syawal 1446 H ini dilakukan di sejumlah lokasi di seluruh Indonesia.
Berdasarkan hasil pantauan, hilal tidak tampak di beberapa daerah seperti Gresik, Bandung dan Jayapura.
Fahmi, anggota Badan Hisab Rukyat Jawa Barat menjelaskan bahwa hilal tidak terlihat di observatorium Universitas Islam Bandung.
“Hilal tdk terlihat di observatorium misbar ini karena posisinya juga ketika matahari terrbenam, ketinggian hilal itu di bawah ufuk yaktiu di sekitar 1 derajat, jadi sehinga dapat diputuskan kalau misalnya nanti di pusat tdk terlihat hilal, maka penggenapan ramadhan menjadi 30 hari,” tuturnya seperti dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
Begitu juga dengan hasil pemantauan di Gresik, Jawa Timur. Hilal tidak terlihat karena cuaca yang mendung.
Begitu juga dengan hasil pemantauan di wilayah paling timur Indonesia, Papua.
Baca Juga: 3 Hal Penting tentang Hukum Takbiran di Malam Idul Fitri, Bolehkah Takbir Keliling?
Tim pemantauan melaporkan hilal tidak terlihat di Jayapura.
Berdasarkan laporan pemantauan hilal yang digelar Kementrian Agama, hilal tidak terlihat di seluruh wilayah Indonesia.